Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag: Tepuk Sakinah Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Keluarga

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Kemenag: Tepuk Sakinah Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Keluarga Doc: Instagram/@kua.karanganyar
Ket. Tepuk Sakinah

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa praktik Tepuk Sakinah menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.

"Dengan kegiatan seperti Tepuk Sakinah, kami berharap nilai-nilai keluarga sakinah dapat tersosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia," kata Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi, dikutip di Jakarta, Selasa (14/10).

Dia mengatakan hal tersebut menanggapi antusiasme masyarakat saat mengunjungi stan pameran Ditjen Bimas Islam pada ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Beragam layanan dan informasi keagamaan disajikan di stan tersebut, mulai dari layanan konsultasi keluarga sakinah, hingga edukasi seputar syariah. Pengunjung tampak antusias mencoba berbagai aktivitas yang disediakan panitia.

Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah praktik Tepuk Sakinah bersama Sugeng Widodo atau akrab disapa Paman Dodo. Aktivitas ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, terutama kalangan muda dan pasangan suami istri.

Banyak masyarakat terlihat ikut mempraktikkan Tepuk Sakinah dengan penuh semangat. Ada yang datang bersama pasangan untuk mengikuti gerakan dan yel-yel. Ada pula yang mencoba bersama teman-temannya.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut membantu peserta mengingat nilai-nilai keluarga sakinah secara lebih mudah.

Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup, ujar dia.

Sebanyak lima pilar keluarga sakinah yang diajarkan itu meliputi zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalizan (janji kokoh), muasyarah bil maruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), musyawarah, serta taradhin (saling rida).

Dengan format yel-yel dan gerakan tepuk tangan, kata dia, para peserta diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode itu dinilai efektif untuk memperkuat kesadaran pentingnya keharmonisan keluarga.

Zayadi menyebutkan pula bahwa gerakan tepuk tangan yang menyertai kegiatan itu bukan sekadar hiburan.

Menurut dia, pesan utama dari Tepuk Sakinah agar pasangan mampu mencairkan suasana ketika terjadi ketegangan dalam rumah tangga.

Ketika terjadi perbedaan atau pertengkaran, pasangan diharapkan dapat mengingat kembali esensi keluarga sakinah. Dengan begitu, hubungan dapat kembali harmonis, kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.