Ratusan Rider Ramaikan Sanggau, Jelajah Alam Jadi Magnet Sport Tourism
📅 Minggu, 25 Jan 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Prokopim Kalbar
PONTIANAK – Sport tourism kini makin dilirik sebagai cara seru untuk menggerakkan pariwisata sekaligus ekonomi daerah.
Lewat berbagai event olahraga—mulai dari lari, sepeda, hingga kompetisi berskala nasional dan internasional—daerah bisa menarik wisatawan datang bukan cuma untuk bertanding, tapi juga untuk berlibur.
Dampaknya pun terasa langsung, dari hotel yang ramai, UMKM yang ikut kebagian rezeki, sampai promosi destinasi yang menyebar luas lewat media sosial.
Karena itu, mendorong sport tourism bukan sekadar soal olahraga, tapi juga strategi cerdas untuk membuat pariwisata hidup dan ekonomi lokal ikut bergerak.
Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi memadati Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, dalam ajang Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kegiatan ini pastinya menjadi momentum penguatan sport tourism sekaligus promosi wisata alam berbasis petualangan di Kabupaten Sanggau dan Kalbar pada umumnya," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Sanggau, Minggu.
Krisantus mengatakan, kegiatan olahraga ekstrem ini bukan sekadar ajang hobi komunitas, melainkan peluang strategis untuk mendorong sektor pariwisata daerah serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
"Agenda ini diikuti bukan hanya rider dari Kalbar, tetapi juga dari luar daerah. Ini momen yang sangat baik bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk bersama-sama memelihara alam sekaligus mempromosikannya sebagai potensi wisata," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai Kalbar memiliki banyak jalur ekstrem yang potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan. Bahkan, menurutnya, sejumlah lokasi menawarkan tantangan lebih berat dibandingkan lintasan yang dilalui peserta saat ini.
"Saya yakin Kalbar punya jalur-jalur ekstrem, bahkan lebih ekstrem dari yang kita lewati hari ini. Ke depan, kita bisa menggelar kegiatan serupa di lokasi lain, seperti Suluh Tembawang di Kabupaten Landak yang kemiringannya mencapai 45 derajat. Ini sangat menantang," kata dia.
Krisantus menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memanfaatkan kekayaan alam, dari eksploitasi jangka pendek menjadi pengelolaan berkelanjutan melalui pariwisata.
"Kalau alam kita pelihara, keindahannya tidak akan habis. Pariwisata alam itu jangka panjang. Alam jangan hanya ditebang dan digali, tapi dimanfaatkan keindahannya untuk nilai ekonomi masyarakat," katanya.
Ia meminta Dinas Pariwisata bersama pemerintah daerah mempromosikan jalur trail dan kawasan Engkalet sebagai destinasi wisata minat khusus, tidak hanya bagi komunitas trail, tetapi juga wisatawan umum.
Pembukaan kegiatan ditandai pengibaran bendera Merah Putih oleh Wakil Gubernur. Setibanya di lokasi, ia juga disambut secara adat oleh tokoh dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!