Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nestapa Pengungsi Korban Longsor Cisarua, Rumah Rata dengan Tanah, Bayi Butuh Uluran Mendesak

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 14:22 WIB | Oleh:
Nestapa Pengungsi Korban Longsor Cisarua, Rumah Rata dengan Tanah, Bayi Butuh Uluran Mendesak Doc: antara foto
Ket. Pengungsi korban longsor Cisarua, Bandung Barat.

BANDUNG - Bencana longsor yang melanda wilayah Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), menyisakan duka mendalam bagi para warga terdampak bencana alam tersebut.

Salah satunya dirasakan oleh Wawa (40), seorang ibu warga Kampung Pasir Kuda RW 10, yang lokasi rumahnya berada di bagian atas area longsor.

Wawa mengatakan pada Sabtu (24/1) bahwa jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 100 orang, sementara hingga kini bantuan kebutuhan makan baru diterima satu kali dan hanya ditambah dengan distribusi makanan ringan pada siang hari.

“Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu di kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Wawa saat ditemui di lokasi pengungsian.

Ia menuturkan kawasan di atas tempat tinggalnya mengalami dampak paling parah, dengan banyak rumah warga hilang dan rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor, termasuk beberapa yang dihuni oleh keluarga jauhnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Anggota keluarga saya yang hilang ada lebih dari 10 orang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya dengan suara bergetar.

Sementara itu, di bagian bawah lokasi longsor, sejumlah rumah juga terdampak cukup serius sehingga Wawa mengaku suasana mencekam terjadi saat longsor kedua berlangsung.

“Waktu dengar gemuruh yang kedua, banyak yang menjerit. Saya langsung kabur menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Ia akhirnya berhasil mengungsi ke desa sekitar pukul 05.00 WIB bersama warga lainnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Terkait kebutuhan pengungsi, Wawa menyebutkan bahwa saat ini yang paling mendesak adalah perlengkapan bayi, mulai dari pakaian bayi, popok (pampers), hingga kebutuhan dasar lainnya yang sangat krusial dan rentan kekurangan.

“Kalau untuk orang dewasa, kebutuhan utamanya alat mandi, makanan, dan penghangat badan seperti selimut, matras, serta jaket,” jelasnya.

Para pengungsi berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan percepatan penanganan korban hilang akibat bencana longsor tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya memenuhi bantuan yang diperlukan oleh warga saat ini.

"Kami akan memenuhi bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini, seperti matras, selimut, dan sembako karena mereka masih berada di lokasi pengungsian," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.