Elite Militer Tiongkok Diguncang, Sekutu Xi Jinping Diselidiki di Tengah Modernisasi PLA

Minggu, 25 Jan 2026, 18:20 WIB

JAKARTA - Kepemimpinan militer Tiongkok kembali diguncang setelah Kementerian Pertahanan negara tersebut mengonfirmasi penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia, salah satu figur paling berpengaruh di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Langkah ini menjadi pembersihan paling menonjol di tubuh militer senior dalam beberapa tahun terakhir, tepat saat Beijing sedang memacu modernisasi angkatan bersenjatanya.

Zhang Youxia dikenal sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping di Komisi Militer Pusat (CMC), lembaga tertinggi yang mengendalikan seluruh struktur militer Tiongkok. Kedekatannya dengan Xi selama bertahun-tahun membuat penyelidikan ini langsung menarik perhatian diplomat asing dan analis keamanan internasional.

Ket. Foto: Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok (CMC) Zhang Youxia tiba untuk sesi foto bersama sebelum upacara pembukaan Simposium Angkatan Laut Pasifik Barat di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok. — Sumber: Reuters

Selain Zhang, Kementerian Pertahanan juga menyebut Kepala Staf Departemen Staf Gabungan CMC, Liu Zhenli, ikut diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Penyelidikan ganda ini menegaskan bahwa pembersihan tidak berhenti pada satu figur, melainkan menyasar lingkar inti kepemimpinan militer.

Zhang juga merupakan anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok dan termasuk sedikit perwira puncak yang memiliki pengalaman tempur langsung. Posisi strategis ini membuat kasusnya dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan pertahanan dan komando militer nasional.

Militer memang menjadi salah satu sasaran utama kampanye antikorupsi besar-besaran yang diluncurkan Xi Jinping sejak 2012. Operasi ini mencapai level tertinggi pada 2023 ketika Pasukan Roket elit PLA ikut disapu dalam gelombang penindakan.

Penyingkiran Zhang menjadi kasus kedua jenderal aktif CMC yang dicopot sejak era Revolusi Kebudayaan 1966-1976. Ia juga tidak lagi muncul di hadapan publik sejak 20 November, ketika terakhir kali terlihat bertemu menteri pertahanan Russia di Moskow.

Di tengah dinamika internal tersebut, Tiongkok justru terus memperlihatkan sikap militer yang semakin tegas di kawasan. Aktivitas militer di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, serta sekitar Taiwan meningkat, termasuk latihan terbesar di sekitar Taiwan pada akhir tahun lalu.

Pakar keamanan Tiongkok yang berbasis di Singapura, James Char, menilai pembersihan ini tidak serta-merta mengganggu operasi harian militer. Namun, ia menilai penargetan figur sekelas Zhang menunjukkan respons Xi terhadap kritik bahwa operasi antikorupsi sebelumnya terlalu selektif.

"Xi telah memanfaatkan perwira PLA lini kedua untuk mengisi peran yang ditinggalkan oleh pendahulu mereka, dalam banyak kasus bersifat sementara," kata James Char. Ia menambahkan bahwa agenda besar modernisasi militer tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

"Para modernisator militer Tiongkok akan terus mengejar target 2035 untuk menyelesaikan modernisasi dan 2049 untuk menjadi angkatan bersenjata kelas dunia," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa arah strategis PLA tidak berubah meski kepemimpinannya bergejolak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Zhang menjadi wakil ketua CMC kedua yang tersingkir setelah sebelumnya He Weidong dipecat pada Oktober 2025 karena korupsi. He kemudian digantikan oleh Zhang Shengmin, menandai rotasi besar di pucuk pimpinan militer.

Secara total, delapan jenderal senior dikeluarkan dari Partai Komunis pada Oktober 2025 akibat kasus korupsi. Dua mantan menteri pertahanan juga telah disingkirkan dalam beberapa tahun terakhir, memperlihatkan skala penindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Langkah keras ini berdampak langsung pada pengadaan alutsista dan kinerja industri pertahanan Tiongkok. Beberapa perusahaan pertahanan besar dilaporkan mengalami tekanan pendapatan akibat ketatnya pengawasan dan penundaan proyek.

Zhang dan Xi memiliki latar belakang yang mirip, sama-sama berasal dari Provinsi Shaanxi dan merupakan anak dari veteran perang saudara era 1940-an. Zhang bergabung dengan militer sejak 1968 dan naik ke CMC pada 2012 seiring percepatan modernisasi PLA.

Profil Pentagon pada akhir 2023 menyebut Zhang seharusnya pensiun pada 2022 sesuai praktik militer. Namun, pengangkatannya kembali untuk masa jabatan ketiga dinilai mencerminkan keinginan Xi mempertahankan sekutu paling berpengalaman di lingkar militernya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.