Tiongkok Konfirmasi Integrasi Rudal Hipersonik ke Kapal Perusak Utama, Armada AS Wajib Waspada

Jumat, 31 Jul 2026, 00:07 WIB

BEIJING – Tiongkok kembali menunjukkan perkembangan pesat kekuatan militernya. Rekaman video yang baru dirilis mengonfirmasi bahwa rudal balistik anti-kapal hipersonik YJ-20 kini telah diintegrasikan ke kapal perusak Type 052D, yang menjadi tulang punggung armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy).

Dari Military Watch Magazine, konfirmasi tersebut muncul melalui film dokumenter Winning the Battle, yang diproduksi untuk memperingati hari jadi ke-99 PLA. Dalam cuplikan itu terlihat sebuah kapal perusak Type 052D meluncurkan rudal dari sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS), menandai pertama kalinya penggunaan YJ-20 pada kelas kapal tersebut diperlihatkan kepada publik.

Ket. Foto: Pemasangan YJ-20 dipandang akan meningkatkan secara signifikan kemampuan serangan maritim jarak jauh armada permukaan Tiongkok. Artinya, semakin banyak kapal perang PLA Navy yang mampu menyerang target bernilai tinggi dari jarak yang sangat jauh. — Sumber: Istimewa

Pengamat menilai integrasi YJ-20 merupakan peningkatan kemampuan tempur paling signifikan bagi Type 052D sejak kapal pertama mulai beroperasi pada 2014. Hingga kini, sedikitnya 35 kapal Type 052D telah aktif bertugas, menjadikannya kelas kapal perusak pasca-Perang Dingin dengan produksi terbanyak di dunia.

YJ-20 dianggap sebagai salah satu rudal anti-kapal paling canggih yang dimiliki Tiongkok. Rudal ini dirancang cukup ringkas sehingga dapat dimasukkan ke dalam sel peluncur vertikal standar yang digunakan kapal perusak maupun kapal selam modern. Dengan kecepatan jelajah lebih dari Mach 6 dan mampu melesat hingga Mach 10 pada fase akhir serangan, YJ-20 diperkirakan memiliki jangkauan antara 1.500 hingga 2.000 kilometer.

Sebelumnya, rudal tersebut hanya pernah diperlihatkan di kapal perusak Type 055, kapal tempur terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut Tiongkok. Karena Type 052D menggunakan sistem peluncur vertikal yang sama, para analis memang telah lama memperkirakan rudal tersebut akan dipasang pada kelas kapal ini.

Ke depan, YJ-20 diperkirakan akan menggantikan rudal jelajah anti-kapal YJ-18 sebagai senjata utama Type 052D, bahkan berpotensi mengambil sebagian peran rudal serangan darat YJ-100. Meski demikian, kedua rudal lama itu diyakini tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Berbeda dengan rudal jelajah berukuran lebih kecil, YJ-20 menggunakan sistem cold launch. Rudal terlebih dahulu didorong keluar dari tabung peluncur menggunakan gas bertekanan sebelum mesin utamanya menyala di udara. Metode ini mengurangi dampak panas terhadap kapal sekaligus memungkinkan peluncuran rudal berukuran besar secara lebih aman.

Selain kecepatannya yang sangat tinggi, YJ-20 juga dirancang mampu bermanuver di lintasan balistiknya. Karakteristik tersebut membuat rudal ini dinilai jauh lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan dibandingkan rudal anti-kapal konvensional.

Dengan jumlah kapal Type 052D yang jauh lebih banyak dibandingkan Type 055, pemasangan YJ-20 dipandang akan meningkatkan secara signifikan kemampuan serangan maritim jarak jauh armada permukaan Tiongkok. Artinya, semakin banyak kapal perang PLA Navy yang mampu menyerang target bernilai tinggi dari jarak yang sangat jauh.

Kemampuan ini juga menjadi perhatian Amerika Serikat. Dalam laporan simulasi perang Pentagon yang bocor pada Desember 2025, rudal balistik anti-kapal dan senjata hipersonik Tiongkok disebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi kelompok tempur kapal induk AS, termasuk kapal induk kelas Gerald R. Ford. Laporan tersebut menilai kombinasi rudal hipersonik, kemampuan anti-ruang angkasa, dan operasi siber dapat secara signifikan mengurangi efektivitas pertahanan armada Amerika dalam konflik berskala besar.

  • Konflik Tiongkok-Taiwan

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.