Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

×taringkecil si Predator Cantik dengan Gigi Imut

📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 18:53 WIB | Oleh:
×taringkecil si Predator Cantik dengan Gigi Imut Doc: ANTARA/SITH ITB
Ket. Spesies hibrida alami baru Kantong Semar aka Nepenthes, tanaman pemakan serangga yang ditemukan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Koran Jakarta : Sebuah spesies baru kantong semar (Nepenthes) hibrida alami berhasil diungkap oleh kolaborasi peneliti muda dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Spesies baru ini dinamai Nepenthes ×taringkecil, sebagai nothospecies atau hasil persilangan alami antara dua spesies induk: Nepenthes bicalcarata dan Nepenthes mirabilis. Temuan ini telah melalui proses validasi ilmiah dan resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional Phytotaxa edisi Januari 2026.

Mengapa Kantong Semar Jenis ini Dinamakan ×taringkecil?

“Penamaan ‘×taringkecil’ merujuk pada sepasang gigi (fangs) berukuran mini, dengan panjang hanya 0,5–0,8 mm, yang terdapat di bagian peristome (bibir kantong). Karakter ini sangat kontras dengan induknya, N. bicalcarata, yang memiliki taring panjang hingga 3 cm,” jelas Arifin Surya Dwipa Irsyam, Kurator Herbarium Bandungense Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, dalam keterangan pers di Bandung, Sabtu (25/1).

Selain gigi yang tereduksi, N. ×taringkecil menunjukkan sejumlah adaptasi morfologi unik. Berbeda dengan N. bicalcarata yang memiliki sulur berongga sebagai rumah simbiosis semut, hibrida ini justru kehilangan struktur tersebut. Meski kedua spesies ini berbagi habitat yang sama di hutan kerangas/gambut, bentuk kantong mereka berbeda: N. bicalcarata cenderung melebar dan membulat, sementara N. ×taringkecil berbentuk silindris menyerupai N. mirabilis.

Penemuan ini menjadi bukti nyata efektivitas citizen science—keterlibatan publik dalam aktivitas ilmiah. Arifin mengungkapkan, informasi awal justru datang dari dua hobisis dan pembudidaya, Nazila dan Rais, yang kemudian ditindaklanjuti secara formal.

“Kecurigaan kami menguat setelah mendapatkan konfirmasi dari warga lokal bahwa N. bicalcarata dan N. mirabilis tumbuh berdampingan di lokasi yang sama,” tambah Arifin.

Untuk memastikan status hibrida tersebut, tim melakukan pembagian peran yang spesifik: M. Rifqi Hariri (BRIN) melakukan analisis molekuler berbasis sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Sementara itu, M. Hisyam Fadhil (IPB) bertanggung jawab atas perawatan sampel hidup dan pembuatan ilustrasi botani. Arifin (ITB) sendiri menyusun deskripsi morfologi secara mendetail.

Hasil analisis genetik akhirnya mengonfirmasi bahwa spesimen tersebut secara genetik berkerabat dekat dengan N. mirabilis, tetapi menunjukkan ciri-ciri fisik yang kuat dari pengaruh N. bicalcarata.

Penelitian yang didukung oleh skema Rumah Program BRIN tahun 2023 dan 2026 ini menegaskan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia, khususnya di lahan gambut Kalimantan, masih menyimpan banyak misteri. Pengungkapan rahasia tersebut memerlukan kolaborasi sinergis antara lembaga riset, akademisi, dan komunitas hobi yang peduli terhadap lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.