Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Tak Hadiri WEF 2025

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 05:30 WIB | Oleh:
Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Tak Hadiri WEF 2025 Doc: ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto
Ket. Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya menolak undangan sebagai pembicara kunci World Economic Forum (WEF) 2025, yakni karena baru dua bulan menjabat dan belum memiliki capaian konkret untuk disampaikan.

Dalam sambutannya di hadapan pemimpin negara pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, Prabowo mengaku bahwa dalam pemerintahan yang baru dua bulan berjalan, tentu saja tidak banyak pencapaian yang bisa dijelaskan.

"Saya diundang untuk berbicara tahun lalu di sini dan saya menolak. Mengapa? Karena jika saya datang tahun lalu, saya baru memimpin pemerintahan saya selama dua bulan. Jadi apa yang bisa saya katakan? Saya hanya akan bisa berbicara, memberikan kata-kata manis," kata Prabowo dalam sambutannya yang disaksikan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis malam.

Namun berbeda pada tahun ini, Prabowo mengaku dapat hadir di mimbar WEF 2026 dengan penuh percaya diri dan bangga atas pencapaian yang dilakukan bersama Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

Dalam satu tahun pertama sejak dilantik Oktober 2024, Prabowo mengaku telah mencapai kemajuan dan perubahan yang luar biasa, terutama dalam lingkup penyederhanaan birokrasi atau peraturan.

"Dalam satu tahun, kita telah mencapai kemajuan yang luar biasa, reformasi yang luar biasa. Kita telah menghapus ratusan peraturan yang tidak masuk akal, peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan peraturan telah kita hapus dalam satu tahun," kata Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa negara harus memiliki administrasi publik yang efisien.

Kepala Negara menilai perlunya budaya baru yang diterapkan dalam birokrasi, seperti pemerintah yang harus melayani kepentingan umum, serta tidak bersekongkol dengan para pengusaha yang serakah dan rakus.

Di hadapan para pimpinan negara, Prabowo pun menawarkan Indonesia yang selalu terbuka untuk investasi, baik dalam maupun luar negeri. Presiden menyadari bahwa prasyarat dalam sebuah investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi.

"Juga, kepastian penegakan hukum yang adil, yang dijamin oleh pemerintahan yang kuat, bersih, dan demokratis. Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan (ekonomi) berkelanjutan dengan stabilitas. Kita mungkin sangat sederhana, kita mungkin berada di bawah radar, kita tidak suka bersikap mencolok, untuk membual. Namun kita percaya pada bukti," kata Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.