Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Soal Perbatasan dengan RI, Malaysia Tegaskan Tak Ada Tukar Guling Wilayah

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soal Perbatasan dengan RI, Malaysia Tegaskan Tak Ada Tukar Guling Wilayah Doc: Antara
Ket. Polsek Sebatik Barat Polres Nunukan dan Balai Polis Bergosong Polis Di Raja Malaysia patroli patok perbatasan bersama sebagai program Kapolres Nunukan yakni "Pos Jabat" atau Polisi Penjaga Perbatasan, Sabtu (12/1).

Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia menyatakan berkomitmen terhadap kedaulatan dan kemakmuran bersama dengan Indonesia, menyusul pemberitaan berbagai media terkait perbatasan kedua negara di Sabah-Kalimantan.

Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa laporan media bertanggal 22 Januari 2026 yang menyatakan bahwa, 'Malaysia memberikan 5.207 hektare tanah kepada Indonesia sebagai kompensasi atas masuknya tiga desa di wilayah Nunukan sebagai bagian dari Malaysia, dekat perbatasan Sabah-Kalimantan', adalah tidak benar atau tidak tepat.

Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam (NRES) Dato' Sri Arthur Joseph Kurup dalam pernyataan yang diterima di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (23/1), menyatakan bahwa perundingan terkait penandaan dan pengukuran di kawasan Outstanding Boundary Problem (OBP) dilaksanakan secara harmonis antara kedua negara, dan tidak didasarkan pada prinsip timbal balik, kompensasi, maupun perhitungan untung-rugi.

Finalisasi pengukuran perbatasan darat ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara pada 18 Februari 2025, setelah melalui proses perundingan teknis yang komprehensif dan transparan selama lebih dari 45 tahun.

Dia menyampaikan komitmen Malaysia dan Indonesia untuk mempercepat penyelesaian isu perbatasan darat di sektor Sabah-Kalimantan Utara (Kaltara) telah disepakati dalam kunjungan kenegaraan mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Malaysia pada 8 Juni 2023.

"Proses perundingan tersebut juga melibatkan partisipasi aktif perwakilan Pemerintah Negeri Sabah sebagai bagian dari delegasi Malaysia," ujar Arthur.

Menurutnya, berdasarkan kesepakatan kedua negara, suatu pengukuran ilmiah telah dilaksanakan dengan didasari perjanjian-perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya guna menentukan garis perbatasan yang jelas.

Keputusan tersebut dicapai melalui proses teknis yang panjang dengan melibatkan para pakar dari Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM) serta instansi keamanan.

"Setiap penyesuaian dilakukan berdasarkan hukum internasional, yaitu Boundary Convention 1891, Boundary Agreement 1915, dan Boundary Convention 1928, serta koordinat geospasial yang akurat, dan bukan berdasarkan konsesi politik," jelasnya.

Malaysia menekankan, keuntungan jangka panjang bagi kedaulatan negara dinilai lebih strategis bagi Malaysia, dengan memiliki perbatasan yang diakui sepenuhnya oleh negara tetangga dan masyarakat internasional.

Pengakuan tersebut dinilai jauh lebih signifikan dibandingkan mempertahankan kawasan sengketa yang tidak memiliki keabsahan hukum.

Dia menyampaikan penetapan perbatasan yang final akan memperkuat posisi hukum negara di tingkat internasional serta menutup ruang bagi klaim wilayah yang lebih besar di masa depan.

Menurut dia, kedua negara juga telah mengedepankan pendekatan diplomasi melalui perundingan berkelanjutan untuk menyelesaikan berbagai isu dan perselisihan di kawasan OBP, berdasarkan semangat persahabatan dan solidaritas, sekaligus memastikan keharmonisan serta mencegah terjadinya konflik di lapangan.

Sebelumnya Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR menyampaikan ada Outstanding Boundary Problem (OBP) yang telah disepakati antara Indonesia dengan Malaysia pada Joint Indonesia-Malaysia ke-45, Februari tahun 2025 lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Uji Coba, Yunani Mampu Tahan Imbang 2-2 Swedia

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Uji Coba, Yunani Mampu Taha...

Uji Coba, Oman Pernah Dua Kali Dikalahkan Timnas Indonesia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Uji Coba, Oman Pernah Dua K...

Andoni Iraola Kini Menangani Liverpool

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Andoni Iraola Kini Menangan...
Olahraga
Pengalaman Zverev Diuji Keb...
Megapolitan
Hindari Kawasan GBK, Ada Ko...
Olahraga
Waduh, Ayam Jantan Malu Ber...
Olahraga
Alphonso Davies
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.