Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alamak, Pura-pura Jadi Relawan, Belasan Orang Diamankan Karena Menggalang Donasi Fiktif

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Alamak, Pura-pura Jadi Relawan, Belasan Orang Diamankan Karena Menggalang Donasi Fiktif Doc: ANTARA/Darwin Fatir
Ket. Sejumlah relawan diperiksa tim terpadu usai diamankan menggalang dana donasi fiktif bagi korban anak penderita penyakit kronis pada jalan-jalan raya, di Kantor Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Makassar -- Belasan orang mengatasnamakan relawan dengan modus donasi fiktif membawa poster foto anak-anak miskin penderita penyakit serius diamankan tim terpadu dari Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Jadi, para relawan ini tidak terdaftar di Kesbangpol, mengumpulkan donasi di jalan-jalan raya. Dugaannya mengekspolitasi anak-anak yang menderita sakit agar pengendara simpati untuk memberi sumbangan," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Makassar, Muhammad Zuhur, Selasa.

Modus operandi yang dijalankan para relawan fiktif ini, membawa poster foto-foto anak penderita penyakit kronis untuk menggalang dana. Mereka beraksi di sejumlah lampu merah Jalan Andi Pangeran Pettarani, Jalan Masjid Raya, Jalan Perintis Kemerdekaan serta sejumlah jalan protokol yang ramai pengendara.

Pengungkapan kasus pengumpulan donasi fiktif ini terbongkar setelah tim terpadu menerima laporan dari warga, bahwa anak yang dieksploitasi itu sudah lama sembuh dari penyakit yang di deritanya, tapi mereka terus mencari uang di jalanan dengan cara itu.

"Sudah tiga tahun mereka beroperasi, dan laporan mereka juga tidak ada bahwa anak itu sudah sembuh atau belum. Kami telah melakukan asesmen kepada pihak keluarga, ternyata anak tersebut sudah setahun sembuh dan beraktivitas seperti anak lainnya," ungkap Zuhur.

Dari pengakuan mereka, awalnya memang berniat menolong anak tersebut untuk biaya pengobatan mengingat pihak keluarga tergolong tidak mampu sehingga dibentuk relawan.

Belakangan, niat baik itu malah disalahgunakan setelah melihat hasil pengumpulan donasi dari pengendara yang diperoleh cukup besar hingga mencapai Rp700 ribuan per hari.

"Kalau hasil pengakuan mereka ini, biasanya didapat Rp700 ribuan, dan yang diserahkan hanya Rp200 ribuan untuk orang tua anak ini, selebihnya Rp500 ribu dibagi-bagi untuk kebutuhan pribadi mereka," paparnya.

Selain itu, setelah ditelusuri kelompok-kelompok relawan ini tidak terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Makassar, sehingga kuat dugaan yang dilakukan adalah pungutan liar alias pungli.

"Mereka ini melakukan pungli. Kenapa kami menganggap mereka pungli?, karena organisasi mereka itu relawan bukan organisasi terdaftar. Setiap pungutan itu seharusnya di serahkan semua kepada korban. Tapi, kalau ada pemotongan, berarti kami anggap semua pungli," katanya.

Belasan relawan ini telah menjalani pemeriksaan untuk diambil keterangan. Langkah tindak lanjutnya, bila hasil berita acara pemeriksaan mengarah ke pelanggaran maka diserahkan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini pihak kepolisian.

Sebelumnya, dari rekaman video viral, tim terpadu melakukan razia dengan menangkap serta mengamankan para relawan tersebut lalu dibawa ke Kantor Satpol PP di Balai Kota Makassar untuk diperiksa dan di data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.