Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usulan Dewan Perdamaian Trump Picu Kekhawatiran Munculnya Lembaga Tandingan PBB

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 19:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, sekitar 35 negara telah setuju untuk bergabung dalam proyek tersebut. Negara-negara tersebut termasuk Arab Saudi, Indonesia, Turki, Mesir, dan Belarus.

Russia telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia membayar keanggotaan tetap menggunakan dana yang dibekukan.

Sebaliknya, mitra AS seperti Prancis, Norwegia, dan Swedia menolak untuk bergabung.

Namun, Ungar memperingatkan bahwa meniru fungsi PBB akan menjadi tugas yang sangat besar. Ia mencatat bahwa Dewan Keamanan mengawasi 60.000 pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia.

“Hal ini membantu dalam merumuskan mandat yang pada akhirnya diimplementasikan oleh badan-badan kemanusiaan PBB untuk memberi makan, menyediakan tempat tinggal, dan memvaksinasi jutaan orang di seluruh dunia,” kata dia.

“Bisakah Dewan Perdamaian bersaing dengan itu? Secara potensial, ya. Mereka memiliki tenaga kerja dan berpotensi sumber daya keuangan untuk melakukannya. Tetapi masih dibutuhkan proses panjang sebelum kita dapat mewujudkannya,” pungkas dia. SB/And/CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

39 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.