Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudan Kian Terperosok dalam Tingkat Kemiskinan Tinggi

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 23:23 WIB | Oleh:
Sudan Kian Terperosok dalam Tingkat Kemiskinan Tinggi Doc: AFP

KHARTOUM - Tingkat kemiskinan Sudan melonjak dari 21 persen menjadi 71 persen akibat konflik yang sedang berlangsung, yang menyebabkan 23 juta warga berada di bawah garis kemiskinan, demikian dilansir kantor berita resmi Sudan, SUNA, pada Sabtu (8/11).

Pemerintah Sudan sedang melaksanakan proyek-proyek produktif dan menciptakan lapangan kerja untuk memerangi kemiskinan, kata Menteri Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Sosial Sudan Mutasim Ahmed Saleh seperti dikutip oleh SUNA.

Saleh menekankan pengalokasian dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) untuk proyek-proyek pembangunan dan perluasan program mikrofinansial bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan.

Kementerian itu berkoordinasi dengan Bank Sentral Sudan untuk melonggarkan syarat pembiayaan dan meningkatkan batas pinjaman bagi proyek-proyek skala kecil guna mendukung keluarga dan menghidupkan kembali perekonomian, imbuh Saleh.

Menurut laporan 3 November yang dirilis oleh Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification), sebuah inisiatif global multi-pemangku kepentingan yang bertujuan meningkatkan analisis ketahanan pangan dan gizi untuk mendukung pengambilan keputusan, sebanyak 21,2 juta orang, atau 45 persen populasi Sudan, menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi pada September, dengan kondisi kelaparan dilaporkan di El Fasher dan Kadugli.

Namun demikian, pemerintah Sudan membantah adanya kesenjangan pangan, menyebut laporan-laporan sebelumnya tentang kelaparan sebagai "berlebihan".

Sudan masih dilanda konflik menghancurkan antara Angkatan Bersenjata Sudan dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), yang meletus pada April 2023. Perang tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, sehingga semakin menjerumuskan negara tersebut ke dalam krisis kemanusiaan. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.