Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov NTB Siapkan Lima Langkah Redam Dampak Cuaca Ekstrem

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Pemprov NTB Siapkan Lima Langkah Redam Dampak Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/BPBD NTB.
Ket. Petugas melakukan pembersihan dan pemotongan pohon yang tumbang akibat angin kencang di Kabupaten LomBok Utara.

MATARAM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lima langkah konkret untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda kawasan sentra produksi pangan di wilayah lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan kelima langkah tersebut mencakup penguatan peringatan dini, pemetaan titik rawan, perlindungan sektor pertanian, kesiapan evakuasi, dan edukasi kewaspadaan masyarakat.

"Kami memastikan informasi BMKG diteruskan secara cepat melalui kanal resmi pemerintah dan jejaring di daerah, agar masyarakat di lereng Rinjani dan Tambora bisa melakukan antisipasi sejak dini," ujarnya di Mataram, Kamis.

Ahsanul menuturkan lokasi rawan banjir bandang, longsor, dan luapan sungai, termasuk jalur yang sering terdampak bencana terus dipetakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat ketika terjadi gangguan akses.

Pihaknya menegaskan komitmen perlindungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan di lereng Rinjani serta Tambora mengingat kawasan itu adalah sentra produksi pangan daerah.

"Kami mendorong penyesuaian jadwal tanam, penguatan saluran pembuangan air di lahan, mitigasi risiko erosi, dan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas tetap terjaga" kata Ahsanul.

Dalam aspek evakuasi dan logistik, lanjutnya, pemerintah memastikan kesediaan logistik dasar dan skema respon cepat bila ada warga yang perlu dievakuasi akibat terdampak bencana hidrometeorologi.

Pemprov NTB mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada dekat tebing, bantaran sungai, dan daerah dengan riwayat longsor.

Sebelumnya, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat di wilayah lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada dasarian III Januari 2026 atau periode 21-31 Januari.

Analisa BMKG menyebut ada potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora.

BMKG menetapkan status Level Siaga curah hujan tinggi kepada Kecamatan Sembalun dan Sambelia di Lombok Timur, Kecamatan Labuan Badas di Kabupaten Sumbawa, dan Kecamatan Pekat di Kabupaten Dompu.

Adapun status Level Awas untuk Kecamatan Tambora di Kabupaten Bima dengan peluang besar diguyur hujan ekstrem selama periode 21-31 Januari 2026 mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.