Dishub DKI Berlakukan Penyempitan Jalan di TB Simatupang dan Mabes Hankam
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 14:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Dishub DKI Jakarta
JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas seiring pekerjaan pemasangan pipa distribusi air bersih Proyek SPAM Buaran 3 (P12) di wilayah Jakarta Selatan. Rekayasa ini mencakup Jalan Raya Mabes Hankam, Jalan Supriyadi, dan Jalan T.B. Simatupang yang menjadi titik utama aktivitas konstruksi.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan sistem jacking dan galian bertahap di puluhan titik STA yang tersebar di tiga ruas jalan utama. Skema ini membuat sebagian badan jalan menyempit dengan lebar tersisa bervariasi mulai dari sekitar 4,5 meter hingga 10 meter tergantung lokasi pekerjaan.
Di Jalan Raya Mabes Hankam, sejumlah titik arriving pit dan starting pit sudah berjalan sejak Desember 2025 dan akan berlanjut hingga Maret serta April 2026. Pada beberapa segmen, area trotoar dan sisi kiri badan jalan digunakan sebagai area kerja sehingga lajur kendaraan harus dikurangi.
Pada segmen lain di Mabes Hankam arah Lingkar Luar Selatan, pekerjaan tahap lanjutan mulai berlangsung sejak Januari 2026 dengan sisa lebar jalan sekitar tujuh meter. Pengaturan ini diterapkan agar kendaraan tetap dapat melintas meski kapasitas jalan berkurang.
Sementara itu, di Jalan Supriyadi, pekerjaan dimulai sejak Oktober 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga Maret dan April 2026. Beberapa titik pekerjaan memanfaatkan area taman dan sisi trotoar untuk meminimalkan penggunaan badan jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di ruas Jalan T.B. Simatupang, pekerjaan berlangsung paling panjang dengan banyak titik galian bertahap dari STA 1+152 hingga STA 4+356. Pada beberapa lokasi, median jalan juga digunakan sebagai area kerja sehingga lajur kendaraan harus disesuaikan.
Dishub mencatat sebagian pekerjaan dilakukan dengan optimalisasi lahan di luar badan jalan seperti area eks SPBU dan lahan kosong di sekitar proyek. Strategi ini diterapkan untuk menekan dampak penyempitan jalan yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
Selama masa pekerjaan, pengguna jalan akan mengalami pengurangan kapasitas lajur secara bertahap sesuai perkembangan konstruksi. Pagar proyek juga dapat disesuaikan dimensinya untuk mendukung mobilisasi kendaraan dan alat berat.
Sebaiknya Anda baca juga:
PT CRCC selaku pelaksana proyek bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan, baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Pengawasan lapangan dilakukan untuk memastikan aktivitas konstruksi tidak mengganggu keselamatan lalu lintas.
Dishub juga menekankan pentingnya pengaturan akses keluar masuk gedung yang terdampak proyek agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Penyesuaian ini dilakukan terutama di titik yang berada dekat kawasan perkantoran dan fasilitas umum.
Rekayasa lalu lintas ini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026 seiring penyelesaian tahap konstruksi utama SPAM Buaran 3. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan sistem distribusi air bersih untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Keberlanjutan proyek diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan air bersih bagi masyarakat perkotaan. Pemerintah daerah menargetkan infrastruktur distribusi air dapat mendukung kebutuhan jangka panjang.
Dishub mengimbau pengguna jalan menyesuaikan pola perjalanan selama proyek berlangsung. Kepatuhan terhadap rambu sementara dan arahan petugas lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!