Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Berpotensi Berawan dan Diguyur Hujan Ringan

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 07:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Berpotensi Berawan dan Diguyur Hujan Ringan Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Sejumlah karyawati menyeberangi jalan yang tergenang air di depan gedung perkantoran saat hujan ringan.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Kamis (22/1).  

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung

“Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan,” ujar Prakirawan BMKG Lintang Alya dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang. Yogyakarta, dan Surabaya.

Sementara di Pulau Kalimantan, kota-kota seperti Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin diprakirakan berawan, hanya Samarinda yang berpotensi diguyur hujan ringan.

“Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,” ujarnya.

Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sementara Gorontalo diprakirakan berawan.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire diprakirakan berawan tebal. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan.

Faktor tersebut seperti adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.