Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imunisasi Tak Lengkap Jadi Penyebab Campak Masih Ada di DKI Jakarta

3 Rabu, 21 Jan 2026, 12:53 WIB | Oleh:
Imunisasi Tak Lengkap Jadi Penyebab Campak Masih Ada di DKI Jakarta Imunisasi Tak Lengkap Jadi Penyebab Campak Masih Ada di DKI Jakarta Doc: Antara Foto
Ket. Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) dalam siniar bertema "Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu?" yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (21/1).

 Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) mengungkapkan bahwa penyakit campak di DKI Jakarta belum hilang sampai saat ini karena imunisasi yang tak lengkap.

Arifianto mengakui hampir setiap pekan mendapati pasien anak menggunakan ventilator atau masuk ruangan perawatan intensif (PICU) karena campak.

"Campak di DKI belum berakhir sampai sekarang. Setelah diperiksa, mayoritas tidak lengkap imunisasinya," kata dia dalam siniar bertema "Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu?" yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu

Menurut dia, ini menjadi bukti penyakit campak bisa dicegah karena daya tahan tubuhnya ada akibat vaksin. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunusasi anak-anak mereka.

"Campak itu penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin harus lengkap. Imunisasi lengkap terbukti meningkatkan daya tahan tubuh," kata dia.

Dijelaskan Arifianto, anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin agar antibodinya terbangun. Jadi, begitu terkena penyakitnya langsung, maka tubuh bisa menghalau.

Imunisasi campak rubela diberikan tiga dosis, yakni saat anak usia 9 bulan. Dilanjutkan dosis penguat saat anak berusia 18 bulan dan berusia 6-7 tahun.

Pada September 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes( DKI Jakarta mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian. Kasus ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI mengadakan "Outbreak Response Immunization" (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.

Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.