Teheran: Serangan Terhadap Khamenei akan Dianggap Deklarasi Perang
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jonathan Alcorn
TEHERAN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Minggu (18/1) memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, akan sama dengan deklarasi perang skala penuh.
Ancaman itu dilontarkan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam sebuah sesi wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1) menggambarkan sang imam itu sebagai pesakitan dan mengatakan sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.
“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” ujar Presiden Pezeshkian, dilansir kantor berita AFP, Senin (19/1).
Pernyataan keras tersebut disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X pribadinya, @drpezeshkian.
Sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei menuduh aktor-aktor yang terkait dengan AS dan Israel bertanggung jawab atas kematian beberapa ribu orang di Iran. Kematian tersebut terjadi selama gelombang protes antipemerintah yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua pekan,” kata Khamenei, dikutip dari Al Jazeera.
Khamenei menegaskan bahwa kedua negara tersebut terlibat langsung dalam kekerasan yang terjadi selama demonstrasi. Ia juga secara terbuka menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai kriminal.
“Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda. Karena presiden AS secara pribadi terlibat,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump, yang bergabung dalam perang 12 hari Israel melawan Iran pada Juni lalu, telah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer baru terhadap Teheran jika para pengunjuk rasa terbunuh.
"Pria (Ayatollah Ali Khamenei) itu adalah pesakitan yang seharusnya memimpin negaranya dengan benar dan berhenti membunuh orang," kata Trump seraya menyatakan bahwa karena kepemimpinan Iran saat ini telah membuat negara itu menjadi tempat terburuk untuk ditinggali di mana pun.
Ketenangan Dipulihkan
Saat para pemimpin di Washington DC dan Teheran saling melontarkan sindiran, para pejabat Iran mengatakan ketenangan telah dipulihkan di jalanan.
Menurut koresponden AFP, pasukan keamanan dengan kendaraan lapis baja dan sepeda motor terlihat di pusat Ibu Kota Teheran. Sekolah-sekolah pun dibuka kembali pada hari Minggu setelah ditutup selama sepekan.
Sementara itu, Presiden Pezeshkian mengatakan dalam rapat kabinet bahwa dia telah merekomendasikan kepada sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi agar pembatasan internet dicabut sesegera mungkin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!