SAR Gunakan Alat Khusus Cari Penambang Terjebak di Eks Galian Pongkor
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 15:39 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Basarnas
JAKARTA -- Basarnas mengerahkan peralatan khusus untuk melakukan pencarian terhadap penambang yang diduga terjebak di area galian tambang di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyusul kondisi tambang yang dinilai berisiko tinggi.
SAR Mission Coordinator (SMC) Desiana Kartika Bahari dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan hasil asesmen menunjukkan kondisi di dalam area tambang tidak stabil dan membutuhkan metode pencarian khusus.
“Struktur di dalam tambang mengalami pelapukan di beberapa titik dan kualitas udara tidak layak, sehingga tim harus menggunakan peralatan khusus seperti SCBA serta peralatan SAR untuk ruang terbatas,” katanya.
Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) merupakan peralatan SAR untuk di ruang terbatas karena jalur penambangan yang sempit dengan diameter kurang lebih satu meter.
Operasi SAR dilakukan setelah Basarnas menerima laporan masyarakat pada Minggu (18/1) terkait dugaan terjebaknya sejumlah penambang lokal. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sejak Selasa (13/1) dini hari setelah muncul asap dari dalam area galian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Desiana, lokasi galian merupakan area tambang yang telah ditutup oleh PT Antam, sehingga proses pencarian diawali dengan asesmen menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi bahaya bagi personel SAR. "Area tambang tersebut merupakan lokasi yang telah ditutup oleh PT Antam," ucapnya.
Pada hari ini, Selasa (20/1), tim SAR dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim pencarian yang bertugas masuk ke area galian dan tim siaga yang bertanggung jawab pada evakuasi serta dukungan medis.
Operasi SAR melibatkan personel rescue Basarnas melalui Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG) bersama Emergency Response Team (ERT) PT Antam Pongkor, dengan dukungan peralatan SAR yang memadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan informasi sementara ada tiga orang penambang yang masih berada di dalam area galian tambang, yakni AK, AJ, dan AD, seluruhnya warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Basarnas menegaskan operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta mengikuti prosedur operasi standar dalam menghadapi kondisi ruang terbatas dan lingkungan berbahaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!