Ekonomi Tiongkok Tumbuh 5 Persen, Terendah dalam Beberapa Dekade
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/China OUT
BEIJING - Perekonomian Tiongkok tumbuh pada salah satu laju paling lambat dalam beberapa dekade tahun lalu, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (19/1), di tengah upaya pemerintah mengatasi konsumsi masyarakat yang terus melemah serta krisis utang di sektor properti.
Dikutip dari Channel NewsAsia, meski pertumbuhan 5 persen tersebut sejalan dengan target tahunan Beijing angka konservatif yang oleh para analis disamakan dengan “selimut kenyamanan politik”, para pengamat memperingatkan bahwa kinerja itu terutama didorong oleh ekspor dan menutupi lemahnya sentimen ekonomi di dalam negeri.
Para analis sebelumnya memperkirakan pertumbuhan 4,9 persen, sementara ekonomi Tiongkok tercatat tumbuh 5,0 persen sepanjang 2024.
Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal keempat melambat ke level terendah dalam tiga tahun seiring melemahnya permintaan domestik. Meski capaian setahun penuh memenuhi target Beijing, ketegangan perdagangan dan ketidakseimbangan struktural dinilai masih menimbulkan risiko signifikan terhadap prospek ekonomi.
Data Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok yang dirilis Senin, menunjukkan ekonomi tumbuh 4,5 persen pada kuartal keempat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, melambat dari laju 4,8 persen pada kuartal ketiga akibat terseretnya konsumsi dan investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok menunjukkan ketahanan yang cukup kuat pada 2025, dibantu oleh kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) yang lebih kecil dari perkiraan serta upaya para eksportir mendiversifikasi pasar di luar AS. Hal ini memungkinkan para pembuat kebijakan mempertahankan stimulus pada level moderat. Namun, permintaan domestik kembali melemah sejak akhir tahun lalu, seiring rendahnya kepercayaan di tengah krisis properti yang berkepanjangan.
“Dampak perubahan lingkungan eksternal semakin mendalam,” ujar pejabat NBS, Kang Yi.
Sektor manufaktur Tiongkok yang kuat memberikan dorongan ekonomi yang sangat dibutuhkan. Pekan lalu, negara tersebut melaporkan surplus perdagangan rekor hampir 1,2 triliun dollar AS pada 2025, didorong lonjakan ekspor ke pasar non-AS seiring produsen melakukan diversifikasi untuk mengimbangi tekanan tarif dari Washington.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun lalu, penetrasi Tiongkok ke pasar global mencapai tingkat tertinggi, menghasilkan surplus perdagangan rekor 1,2 triliun dollar AS atau naik 20 persen dibandingkan 2024 dan setara dengan ukuran ekonomi 20 besar dunia seperti Arab Saudi.
Sementara pengiriman ke AS turun sekitar seperlima, ekspor ke kawasan lain melonjak tajam karena produsen berhasil membuka pasar baru untuk melindungi diri dari kebijakan tarif agresif Presiden AS Donald Trump yang ditujukan untuk meredam tantangan Beijing terhadap hegemoni AS.
Musim Dingin
Namun, keberhasilan para produsen Tiongkok yang berorientasi ekspor berbanding terbalik dengan kelemahan yang masih membayangi sektor ekonomi yang bergantung pada pasar domestik. Data yang dirilis pada Senin menegaskan adanya jurang perbedaan tersebut: output industri naik 5,9 persen pada 2025, melampaui pertumbuhan penjualan ritel yang hanya 3,7 persen, sementara investasi properti anjlok hingga 17,2 persen.
Para analis menilai, kecuali Beijing mampu mengalihkan sumber daya untuk mendorong konsumsi masyarakat serta mengangkat sektor-sektor yang bergantung pada belanja domestik, pertumbuhan ekonomi ke depan berisiko melambat tajam.
Mengandalkan ekspor sebagai motor pertumbuhan dalam jangka panjang dinilai bukan pilihan berkelanjutan. Jika surplus perdagangan Tiongkok terus tumbuh setiap tahun dengan laju yang sama seperti pada 2025, nilainya akan menyamai ukuran ekonomi Prancis yang sekitar 3 triliun dollar AS pada 2030 dan output Jerman sebesar 5 triliun dollar AS pada 2033, berdasarkan perhitungan Reuters.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!