Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus di Maros Saat Pesawat ATR Menuju Bandara Hasanuddin

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 17:52 WIB | Oleh:
BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus di Maros Saat Pesawat ATR Menuju Bandara Hasanuddin Doc: ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Ket. Tangkapan layar - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan paparan dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya awan tebal atau Cumulonimbus (Cb) di wilayah Maros saat pesawat ATR menuju Bandara Sultan Hasanuddin pada 17 Januari 2026.

"Cuaca diperkirakan relatif stabil, namun masih terdapat awan Cb di wilayah pendekatan saat pendaratan yang perlu diwaspadai," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Kondisi cuaca itu merupakan hasil analisis berdasarkan laporan meteorologi bandara dan citra satelit.

BMKG menegaskan informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari pemaparan kondisi meteorologis saat kejadian, tanpa mengaitkan pada penyebab teknis insiden, serta untuk memberikan gambaran objektif terkait dinamika cuaca di sekitar wilayah Maros pada waktu tersebut.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun telah menyatakan bahwa penyebab insiden pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Faisal lalu menjelaskan berdasarkan laporan Meteorologi Aerodrome Report (METAR) Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 12.30 WIB, cuaca di area bandara terpantau relatif stabil dengan jarak pandang mencapai 9 kilometer, angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 13 knot, serta suhu dan tekanan udara dalam kondisi normal.

Namun di wilayah sekitar bandara, khususnya Maros, terdapat awan Cumulonimbus atau awan tebal yang perlu diwaspadai.

Faisal lalu menyampaikan bahwa keberadaan awan tebal tersebut berpotensi memengaruhi fase pendekatan pesawat saat akan mendarat, meskipun kondisi cuaca di area bandara tidak menunjukkan gangguan signifikan.

Pemantauan citra Satelit Himawari, kata dia, juga menunjukkan keberadaan awan tinggi dan awan tebal di sekitar wilayah Maros dengan suhu puncak awan yang mengindikasikan karakter awan konvektif. Kondisi ini sesuai dengan laporan cuaca yang mencatat adanya awan tebal di wilayah pendekatan bandara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.