Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beberapa Negara Asia Tenggara Mulai Blokir Grok AI

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Beberapa Negara Asia Tenggara Mulai Blokir Grok AI Doc: Instagram/@kemkomdigi

JAKARTA — Sejumlah negara di Asia tenggara mulai memblokir layanan kecerdasan buatan (AI) Grok. Ini merupakan buntut dari upaya pemblokiran layanan kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan platform X tersebut oleh pemerintah Indonesia.

Indonesia dan Malaysia menjadi dua negara yang telah secara resmi memutus akses terhadap Grok. Hal ini menyusul kekhawatiran atas maraknya penyalahgunaan layanan itu untuk menghasilkan konten tidak senonoh dan pornografi belakangan ini.

Indonesia menjadi negara pertama yang memblokir Grok dengan alasan perlindungan masyarakat dari konten pornografi. Hal ini dikonfirmasi melalui pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, Sabtu (10/1) lalu.

"Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," ujar dia.

“Praktik deepfake seksual nonkonsensual merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan masyarakat di ruang digital," imbuh dia.

Malaysia mengikuti langkah pemblokiran setelah ditemukan penggunaan Grok untuk menghasilkan gambar eksplisit yang dinilai melanggar norma dan hukum. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyatakan ini merupakan pencegahan saat proses hukum dan regulasi sedang berlangsung.

"Konten yang diduga melibatkan perempuan dan anak di bawah umur merupakan masalah serius," kata MCMC pada Senin (19/1). "Perilaku semacam itu melanggar hukum Malaysia dan merusak komitmen keamanan yang telah dinyatakan oleh entitas terkait."

Meski belum memberlakukan pemblokiran penuh, Pemerintah Filipina telah mengungkapkan rencana dan kajian serius untuk membatasi akses Grok.

"Koordinasi Kejahatan Siber Filipina (CICC) sudah bekerja sama dengan Komisi Telekomunikasi Nasional (NTC) untuk memblokirnya," kata Sekretaris Teknologi Informasi dan Komunikasi Filipina, Henry Aguda.

Sedangkan negara-negara Asia tenggara lain seperti Singapura, Thailand dan Vietnam, belum mengumumkan kebijakan pemblokiran resmi terhadap Grok. Namun, sejumlah otoritas disebut tengah memperketat pengawasan dan menyiapkan regulasi terkait penggunaan kecerdasan buatan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

33 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.