Wapres Gibran Turun ke Bekasi, Sentil Pejabat: Jangan Tinggalkan Warga Saat Banjir
📅 Senin, 19 Jan 2026, 16:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, untuk mengawasi penanganan serta keselamatan warga yang terdampak.
Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Senin, menginformasikan bahwa di lokasi itu, Wapres Gibran menyampaikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pihak terkait agar turun langsung ke lapangan dan memberikan pendampingan kepada warga terdampak.
“Bapak, Ibu ya, ini pimpinan-pimpinan yang di sini harus turun ke lokasi semua,” kata Wapres kepada warga terdampak.
Menurut Wapres, pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan darurat hingga langkah jangka panjang.
Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan harus diupayakan secara optimal agar tersedia, bersamaan dengan upaya antisipatif agar banjir serupa tidak kembali terulang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Terkait sungai tadi, ke depan perlu ada normalisasi. Ini tentu akan kita koordinasikan,” ujarnya.
Secara khusus, Wapres menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Kelompok rentan ini harus diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari terpenuhi, layanan kesehatan tersedia 24 jam. Kebutuhan seperti air bersih, makanan, hingga pakaian bersih untuk anak-anak segera kita penuhi,” ujar Wapres.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam keterangan itu juga disampaikan bahwa kunjungan Wapres ke lokasi banjir merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata dan bergerak cepat dalam melindungi keselamatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Sementara itu, banjir di kawasan tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak Minggu (18/1) malam. Sistem drainase yang tak berfungsi optimal memicu luapan air dengan rata-rata ketinggian berkisar 50 sentimeter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!