Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Pasang Mode Anti-Banjir: Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang Sampai 22 Januari

📅 Senin, 19 Jan 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Jakarta Pasang Mode Anti-Banjir: Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang Sampai 22 Januari Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Operasi ini dipastikan berlanjut hingga 22 Januari 2026 setelah mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih berpotensi memicu hujan lebat.

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali memperpanjang operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Jabodetabek. Operasi ini dipastikan berlanjut hingga 22 Januari 2026 setelah mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih berpotensi memicu hujan lebat.

Keputusan perpanjangan operasi ini diambil setelah adanya rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memantau potensi hujan intensitas tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai langkah ini penting untuk mengurangi risiko banjir dan gangguan aktivitas warga.

"Lanjut sampai dengan tanggal 22 Januari," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Yohan kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Dalam pelaksanaan di lapangan, Yohan juga terlibat langsung memantau jalannya operasi yang dilakukan melalui penerbangan khusus. Operasi ini dilakukan dengan metode penyemaian awan menggunakan campuran garam dan kapur yang disebarkan dari udara.

"Ada tiga penerbangan hari ini," jelas Yohan.

Penerbangan tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdeteksi memiliki potensi pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.

BPBD DKI Jakarta menyebut operasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang rutin dilakukan saat cuaca ekstrem terdeteksi. Selain mengurangi potensi hujan di wilayah daratan, operasi ini juga diarahkan agar hujan turun lebih awal di wilayah perairan.

Operasi modifikasi cuaca kali ini kembali dijalankan berdasarkan rekomendasi resmi BMKG yang memantau pola gangguan atmosfer. Kombinasi faktor cuaca dinilai membuat awan hujan lebih cepat terbentuk dan berkembang di kawasan Jabodetabek.

"Rekomendasi BMKG terkait cuaca ekstrem," sambung Yohan.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk memastikan operasi dapat berjalan optimal. Dana tersebut disiapkan agar kegiatan modifikasi cuaca dapat diperpanjang hingga 30 hari jika kondisi cuaca masih berisiko tinggi.

"Beliau juga menyiapkan anggaran hingga 30 hari jika diperlukan. Artinya kemungkinan besarnya ini akan dilanjutkan," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Chico Hakim.

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan lebat di wilayah Jabodetabek yang diperkirakan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi ini juga berpotensi disertai petir dan angin kencang.

BMKG menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan. Kondisi ini membuat awan hujan mudah terbentuk dan berkembang dalam waktu singkat.

BMKG juga mencatat sejumlah wilayah Jabodetabek telah terdampak hujan lebat pada periode 17 hingga 19 Januari. Intensitas hujan diperkirakan masih akan terjadi secara fluktuatif hingga mendekati akhir periode peringatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.