Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Dijadwalkan Dibangun Tahun 2026

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Dijadwalkan Dibangun Tahun 2026 Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Mathius D Fakhiri bersama Kepala DKP Papua Imam Djuniawal saat mengunjungi para nelayan di Kampung Nelayanan Merah Putih Samber-Binyeri Biak Numfor pada beberapa waktu lalu.

Jayapura - Pemerintah Provinsi ( Pemprpv) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menyebutkan sebanyak tiga Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan dibangun di Papua pada 2026 sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala DKP Papua Imam Djuniawal di Jayapura, Minggu (18/1), mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tangkap.

“Tiga kampung nelayan merah putih tersebut yakni di Kabupaten Sarmi, Supiori dan Waropen," katanya.

Menurut Imam, program ini diharapkan mampu mendorong nelayan lebih mandiri melalui dukungan sarana dan prasarana yang terintegrasi.

"Apalagi pada beberapa waktu lalu Gubernur Papua Mathius D Fakhiri telah melihat langsung kampung nelayan Samber-Binyeri di Biak Numfor," ujarnya.

Dia menjelaskan sehingga kampung nelayan Merah Putih yang nantinya dikembangkan konsep perikanan terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari dermaga bongkar, fasilitas rantai dingin dan pembekuan ikan, hingga sarana pendukung ekonomi seperti SPBN, kedai pesisir, dan sentra kuliner.

"Selain sebagai basis pengembangan perikanan tangkap, kampung nelayan tersebut juga diarahkan menjadi kawasan pendukung pariwisata pesisir sehingga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat," katanya lagi.

Dia menambahkan maka dari itu pihaknya berharap pemerintah kabupaten agar mendukung pembangunan kampung nelayan Merah Putih berpola reguler.

"Pembangunan tempat tersebut sangat bergantung pada dukungan dan kepercayaan masyarakat, khususnya dalam penyediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat menjadi kunci. Dengan fasilitas yang memadai, mutu hasil tangkapan bisa terjaga dan harga jual ikan meningkat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.