Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Datang, Ekonomi Menepi: Pengusaha Minta DKI Bergerak

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir Datang, Ekonomi Menepi: Pengusaha Minta DKI Bergerak Doc: ANTARA/ Putra M. Akbar.
Ket. Petugas memasang pembatas jalan di gerbang tol yang terendam banjir di Jalan Tol Sedyatmo, Cengkareng, Jakarta, Senin (12/1/2026).

JAKARTA – Banjir kembali datang, dan seperti biasa Jakarta langsung melambat. Jalanan berubah jadi kolam dadakan, motor jadi perahu setengah hati, dan aktivitas ekonomi pun ikut terendam. Toko buka setengah, pembeli datang setengah, sementara semangat kerja tenggelam entah di mana.

Di banyak sudut kota, roda ekonomi yang biasanya berputar cepat mendadak tersendat. Karyawan terlambat, pedagang menutup lapak lebih awal, dan kurir harus memilih antara menerobos genangan atau menyerah pada cuaca. Transaksi pun ikut hanyut—bukan karena tak ada niat, tapi karena akses lebih dulu kebanjiran.

Banjir seolah punya kemampuan ajaib menekan produktivitas tanpa perlu kebijakan resmi. Dalam hitungan jam, rencana kerja berubah jadi rencana bertahan. Warga sibuk menyelamatkan barang, bukan mengejar omzet. Uang yang seharusnya berputar, memilih diam menunggu air surut.

Di ibu kota, banjir bukan sekadar soal air yang naik, tapi tentang ekonomi yang ikut menepi. Selama genangan masih bertahan, aktivitas masyarakat pun ikut menunggu—menunggu jalan kering, menunggu keadaan normal, dan menunggu Jakarta bisa kembali berjalan seperti biasa.

Karenanya, kalangan dunia usaha mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memitigasi dampak banjir karena terbukti telah menekan perputaran dan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pemprov DKI Jakarta harus mengambil langkah dan mitigasi agar masalah banjir ini tidak menghantui aktivitas masyarakat setiap musim penghujan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/1).

Pernyataan itu terkait dengan banjir pada sejumlah ruas jalan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang terjadi akibat hujan deras pada Senin (12/1).

Ia mengatakan banjir itu sangat mempersempit aktivitas ekonomi dan bisnis yang menekan daya beli dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Sarman juga meminta Pemprov DKI Jakarta bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah penyangga Bodetabek untuk menangani masalah banjir musiman ini.

Menurut dia, perputaran uang akibat banjir di Jabodetak turun signifikan karena pergerakan warga yang terbatas.

Ia mencatat penurunan aktivitas ekonomi terasa di pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang, Mangga Dua, Glodok, Gunung Sahari dan Kelapa Gading yang sepi pengunjung.

Layanan transportasi darat juga terjebak kemacetan, sementara sektor udara mencatat 109 penerbangan tertunda dan 31 penerbangan dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta.

Di samping itu, industri perhotelan, restoran, kafe dan destinasi wisata, termasuk Ancol, TMII, Ragunan dan Kota Tua, melaporkan penurunan omzet.

Kerusakan fasilitas publik dan rumah warga juga terjadi mulai dari perabot, kendaraan hingga drainase dan marka jalan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

43 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.