Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Kavling DKI Meruya Selatan Tolak Pengalihan Sodetan Air Perumahan

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Warga Kavling DKI Meruya Selatan Tolak Pengalihan Sodetan Air Perumahan Doc: Antara Foto
Ket. Spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan sodetan dari sebuah perumahan, terpampang di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (15/1).

 Warga di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat menolak rencana pengalihan sodetan atau jalur pembuangan air dari sebuah perumahan yang tengah dibangun, di sekitar wilayah mereka.

Ketua RT 04 RW 06 Meruya Selatan, Fajar Aridwianto di Jakarta, Kamis, menyebut, lokasi perumahan besar itu memiliki ketinggian tanah lebih dari satu meter dibandingkan Kavling DKI, sehingga berpotensi menimbulkan banjir di lingkungan permukiman.

“Jadi kalau aliran air masuk ke saluran RT 04, yang terjadi kita berubah dari RT yang kering jadi embung. Air pasti mengalir ke bawah,” kata Fajar. 

Ia pun menegaskan bahwa warga pada dasarnya tidak mempermasalahkan adanya pembangunan perumahan di sekitar wilayah mereka.

“Sebenarnya kita tak ada masalah dengan adanya pembangunan. Hanya pada waktu mereka punya rencana untuk melakukan sodetan dari saluran ke sini, makanya kita mempersoalkan,” ucap Fajar.

Keluhan warga bermula saat adanya sejumlah pihak yang melakukan pengukuran di Jalan Cemara tanpa pemberitahuan kepada warga setempat.

Fajar mengatakan, pihak yang melakukan pengukuran dari Sumber Daya Air (SDA), kelurahan dan dari pengembang perumahan tersebut.

"Tapi ironisnya warga tidak tahu, apalagi saya sebagai ketua RT,” ungkap Fajar.

Fajar pun mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada kelurahan. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

“Kita sudah membuat laporan ke Pak Lurah, tapi tidak ada reaksi apa-apa,” katanya.

Merasa aspirasinya tidak digubris, warga akhirnya melaporkan persoalan tersebut langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono, dengan tembusan ke sekitar 15 instansi, termasuk DPRD DKI Jakarta.

“Usaha itu yang kita lakukan. Tapi warga masih sangat marah, akhirnya mereka memasang spanduk penolakan sodetan,” kata Fajar. 

Spanduk penolakan itu terpampang di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Sementara itu, hingga berita ini dibuat, Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari maupun Lurah Meruya Selatan, Maizar belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
332 Peserta Lolos Tahap Awa...
Daerah
Pemancing Tenggelam, Empat ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.