Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surplus Perdagangan Tiongkok Capai Rekor US$1,2 Triliun pada 2025

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Surplus Perdagangan Tiongkok Capai Rekor US$1,2 Triliun pada 2025 Doc: AFP/China OUT
Ket. Foto udara menunjukkan kontainer di Pelabuhan Longtan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Rabu (14/1). Volume perdagangan Tiongkok mencapai rekor pada 2025, karena permintaan global untuk barang-barang Tiongkok tetap kuat meskipun terjadi penurunan ekspor ke AS setelah Donald Trump menaikkan tarif.

BEIJING - Tiongkok pada Rabu (14/1), melaporkan kinerja perdagangan yang solid sepanjang 2025, dengan surplus perdagangan melonjak secara tahunan menjadi rekor 1,2 triliun dollar AS, meskipun ekspor ke Amerika Serikat (AS) melemah setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif.

Dikutip dari AFP, Perang dagang yang memanas antara Washington dan Beijing sepanjang tahun lalu yang pada satu tahap memicu penerapan tarif balasan hingga ratusan persen menyebabkan ekspor Tiongkok ke AS turun 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, impor dari AS juga merosot 14,6 persen.

Meski demikian, penurunan perdagangan dengan AS berhasil diimbangi oleh peningkatan kinerja di pasar lain. Secara keseluruhan, ekspor Tiongkok tumbuh 5,5 persen pada 2025, sementara impor relatif stagnan dalam nilai dolar.

Pengiriman ke negara-negara Asean meningkat 13,4 persen secara tahunan, sedangkan ekspor ke Afrika melonjak 25,8 persen. Ekspor ke Uni Eropa juga naik 8,4 persen, meskipun impor dari kawasan tersebut mengalami penurunan.

Ketegangan dagang antara Uni Eropa dan Tiongkok menunjukkan tanda-tanda mereda pada awal pekan ini, setelah Brussel menyatakan produsen kendaraan listrik Tiongkok dapat mengajukan komitmen harga penetapan harga minimum bagi eksportir, sebagai pengganti tarif. Beijing menyambut positif langkah tersebut.

Ketahanan Berlanjut

Wakil Menteri Administrasi Bea Cukai Tiongkok Wang Jun mengatakan total perdagangan Tiongkok pada 2025 melampaui 45 triliun yuan (sekitar 6,4 triliun dollar AS) untuk pertama kalinya, mencetak rekor tertinggi baru.

“Perlu dicatat bahwa sejumlah negara mempolitisasi isu ekonomi dan perdagangan dengan membatasi ekspor produk teknologi tinggi ke Tiongkok dengan berbagai dalih,” ujar Wang dalam konferensi pers di Beijing, yang tampaknya merujuk pada kebijakan tarif dan kontrol ekspor AS. “Jika tidak, impor kami akan jauh lebih besar.”

Data Desember menunjukkan momentum yang kuat, dengan ekspor naik 6,6 persen dan impor melonjak 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami memperkirakan ketahanan ini akan berlanjut hingga 2026,” kata ekonom Tiongkok Capital Economics, Zichun Huang. Namun, ia mengingatkan risiko dari potensi kembalinya ketegangan perdagangan, terutama terkait ancaman Trump untuk mengenakan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Bebas Visa, Turki Jadi Prim...
Daerah
Wali Kota Surabaya Ajak Mah...
Luar Negeri
Agresif Tekan Angka Krimina...

Menaker Buka Pemagangan Nasional 2026

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menaker Buka Pemagangan Nas...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.