Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakarta Timur Klarifikasi Status Cekungan Pulomas sebagai Kawasan Komersial

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 20:59 WIB | Oleh:
Pemkot Jakarta Timur Klarifikasi Status Cekungan Pulomas sebagai Kawasan Komersial Doc: Antara Foto
Ket. Cekungan di Jalan Pulomas, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa cekungan di Jalan Pulomas, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, terdaftar sebagai kawasan komersial dan bukan merupakan area resapan air.

"Kami tadi sudah mengecek peruntukannya memang area tersebut perizinannya untuk komersil," kata Lurah Kayu Putih Tuti Sugihastuti di Jakarta, Kamis.

Kepastian itu disampaikan Tuti berdasarkan data perizinan yang tercatat di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Timur.

Dengan demikian, Tuti menegaskan, narasi di media sosial yang menyebut lokasi tersebut sebagai kawasan resapan air tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.

Selain soal status lahan, Tuti menyebutkan, cekungan tersebut juga dinilai membahayakan warga. Lokasi itu pernah menjadi tempat terjadinya kecelakaan fatal yang merenggut nyawa anak-anak.

"Pengurukan area tersebut dikarenakan membahayakan warga. Seperti insiden 2023, ketika ada empat anak yang berenang, dua meninggal dunia," katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pulo Mas Jaya, Retno Andaruningrum mengatakan, lahan di samping Kalventis, Pulo Mas, merupakan aset milik PT Pulo Mas Jaya.

Sejak awal ditetapkan area tersebut merupakan zona komersial sesuai dengan rencana peruntukan wilayah dan bukan merupakan kawasan resapan air.

Secara tata ruang, kata dia, fungsi lahan tersebut memang diperuntukkan bagi kegiatan terbangun, bukan sebagai kawasan lindung atau ruang terbuka hijau resapan air alami.

Untuk keseimbangan lingkungan, Pulomas sudah memiliki area resapan air, terdiri dari sungai-sungai buatan di Kawasan Pulomas, Waduk Ria Rio seluas 19,1 hektare dan empat kolam resapan di area equastrian.

Retno menambahkan, penutupan area cekungan tak hanya bertujuan mencegah insiden 2023 setelah meninggalnya dua anak karena berenang di lokasi tersebut tapi juga demi kesehatan.

"Selain faktor keselamatan, pengurukan ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko kesehatan akibat air yang tergenang secara stagnan tanpa arus, yang berpotensi menjadi sarana perkembangbiakan jentik nyamuk pembawa penyakit.".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Nasional
Korps Marinir Uji Roket MLR...

PBB: Tingkat Pengangguran Kaum Muda Dunia Meningkat

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: Tingkat Pengangguran K...
Megapolitan
MUI Kecam Dugaan Penistaan ...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.