Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk MBG
📅 Kamis, 15 Jan 2026, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 335 triliun rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2026 sebagai program nasional yang mendukung peningkatan gizi dan penguatan ekonomi.
Airlangga mengatakan jaminan pendanaan program MBG berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pelaksanaannya dinilai aman, berkelanjutan, dan terukur dalam memastikan keberlangsungan layanan gizi bagi para penerima manfaat.
“Jaminannya itu APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tahun ini pemerintah menyiapkan untuk MBG sebesar 335 triliun rupiah, jadi aman,” kata Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, kemarin.
Anggaran tersebut dirancang untuk mendukung target penerima manfaat program MBG sekitar 82 juta orang di seluruh Indonesia pada 2026.
Ia menilai program MBG mampu menggerakkan perekonomian karena operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibayar di awal, sehingga arus kas pelaksana menjadi kuat dan stabil, sekaligus mendorong investasi lokal, usaha kecil, dan ekonomi daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Model bisnis SPPG dinilai menarik karena pembayaran dilakukan sebelum proses produksi, sehingga memberikan kepastian arus kas, mempercepat perputaran modal, dan mendorong replikasi unit dapur baru.
“Model bisnis SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga sebetulnya arus kasnya bagus. Dan beberapa yang kami monitor, ada yang sudah memiliki satu SPPG dan pasti mau membangun yang kedua dan seterusnya,” ujarnya.
Di daerah seperti Lamongan, kata Airlangga, terdapat partisipasi masyarakat yang bergotong royong membangun usaha SPPG, yang mencerminkan efek pengganda ekonomi dari program MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Airlangga menjelaskan, dari total anggaran 335 triliun rupiah, setiap kuartal diperkirakan menyalurkan hampir 80 triliun rupiah ke tingkat akar rumput (grassroot).
Nilai tersebut melampaui stimulus pemerintah pada kuartal pertama tahun sebelumnya yang tercatat mendekati 37 triliun rupiah secara nasional.
“Jadi, kalau program ini meluncur ke grassroot sebesar 80 triliun rupiah, tentu akan mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Airlangga, penyaluran dana 80 triliun rupiah per kuartal secara langsung ke masyarakat akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, program MBG juga diperkirakan mampu menyerap hingga tiga juta tenaga kerja, sejalan dengan perhitungan bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!