BPBD Aceh Tengah: Pergerakan Longsoran Tanah di Kampung Bah Terus Membesar Sejak 2000-an
📅 Kamis, 15 Jan 2026, 14:09 WIB | Oleh: Yebdi TrismarLereng dan kemiringan tanah yang curam membuatnya sangat mudah tererosi. Visualisasi longsoran tanah di di sana memperlihatkan bidang gelincirnya sangat curam mendekati sudut 90 derajat.
"Retakan lama menjadi jalur masuk air baru. Pada saat terjadinya hujan, air akan masuk ke celah-celah tanah dan retakan yang lama, sehingga dapat sangat mudah memperluas skala longsoran tanah," jelasnya.
Tak hanya itu, kata dia, beban dinamis dan statis di sekitarnya mempercepat kerusakan. Apalagi, lalu lintas utama di sana (Blang-Mancung Simpang Balik) merupakan jalan vital yang banyak dilalui kendaraan, Beban secara terus menerus memberikan tekanan pada tanahnya yang tidak stabil.
Sehingga, tanah terus bergerak dan menjadi semakin cepat melemah. Beban lainnya yang memicu penekanan pada tanah seperti power sutet yang berada di sekitar lokasi dan aktivitas warga di perkebunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Faktor lainnya, lanjut Andalika, dari aktivitas gempa bumi dapat memicu pergerakan tanah di lokasi longsoran. Hal ini dikarenakan getaran yang dihasilkan dari gempa bumi dapat mengganggu kestabilan lereng di lokasi longsoran tanah.
Kondisi saat ini, diperparah dengan seiring meningkatnya aktivitas gempa tektonik dan vulkanis gunung api Burni Telong Kabupaten Bener Meriah yang berada pada kisaran 20-35 KM dari lokasi.
"Namun, hingga saat ini belum ada penelitian lebih lanjut terkait korelasi aktivitas gempa bumi dengan dampak meluasnya longsoran tanah di lokasi tersebut," katanya.
Dalam kesempatan ini, Andalika menyatakan bahwa perlu adanya rekomendasi struktural/teknis dan non-struktural lebih lanjut terkait penanganan longsoran tanahnya.
Sejauh ini, mereka terus melaksanakan pemantauan berkala dan berkelanjutan terhadap perkembangan gerakan tanah.
Lalu, telah memasang rambu peringatan rawan longsor, garis pembatas serta pengaman di sekitar lokasi longsoran tanah untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Untuk masyarakat, terdapat pemukiman penduduk yang berjarak lebih kurang satu kilometer dari longsoran tanah tersebut. Untuk relokasinya belum direncanakan sejauh ini.
"Perkampungan jarak lebih kurang satu km dari titik longsoran. Untuk pemukiman belum ada rencana untuk relokasi. Mungkin setelah ada kajian terbaru baru bisa disimpulkan," tegasnya.
"Kita juga terus berkoordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas PUPR, Dinas ESDM dan OPD pemerintah lainnya terkait langkah jitu relokasi trase jalan Simpang Baling-Blang Mancung, dan keberadaan power sutet serta perkebunan masyarakat di sekitar lokasi tersebut," demikian Andalika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!