Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biar Makin Efektif Melindungi Konsumen dan Produk Lokal, VPTI Harus Diperkuat

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Nurdin menegaskan pula bahwa kualitas pelaksanaan VPTI saat ini masih belum sepenuhnya merata. Di satu sisi, terdapat surveyor yang menjalankan verifikasi secara profesional dan sesuai standar. Namun di sisi lain, masih ditemukan kelemahan berupa pemeriksaan yang bersifat administratif, keterbatasan pengujian teknis, serta lemahnya pengawasan pasca-verifikasi. Hal ini terlihat dari masih ditemukannya barang impor tidak sesuai standar yang lolos dan beredar di pasar.

Kesenjangan kualitas tersebut menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada konsep VPTI, melainkan pada implementasi dan pengawasan. Tanpa standar operasional yang seragam, audit berkala, dan sanksi tegas, VPTI berisiko menjadi prosedur formalitas. "Jika ini terjadi, konsumen justru menanggung biaya tambahan dari proses verifikasi tanpa memperoleh perlindungan yang sepadan,"ucap dia.

Nurdin pun menilai VPTI seharusnya berada di bawah kendali negara melalui

BUMN. Ini karena VPTI bukan sekadar urusan teknis impor, tetapi menyangkut perlindungan rakyat dan kedaulatan ekonomi. "Negara tidak boleh sepenuhnya menyerahkan fungsi strategis seperti ini kepada mekanisme pasar,"tandas dia.

Pentingnya pengawasan negara ini juga sangat penting untuk mencegah

persaingan kurang sehat antarsurveyor. Negara harus memastikan bahwa persaingan antarsurveyor tidak mengorbankan integritas sistem dan tetap berada dalam koridor kepentingan publik, bukan semata efisiensi bisnis.

Pentingnya pengawasan juga untuk mengindari conflict of interest. Konflik kepentingan akan menjadi jauh lebih serius apabila surveyor merupakan bagian dari kelompok usaha tertentu, sementara produk yang diverifikasi berkaitan langsung dengan lini bisnis kelompok usahanya sendiri. Dalam situasi seperti ini, independensi verifikasi sangat rawan terganggu karena ada insentif ekonomi untuk meloloskan barang, bukan memastikan kepatuhan standar. 

Praktik semacam ini tidak hanya

mencederai prinsip keadilan dan persaingan sehat, tetapi juga berpotensi

merugikan konsumen dan negara. "Karena itu, negara harus tegas mencegah self-verification terselubung dan memastikan tidak ada irisan kepentingan antara pelaksana VPTI dan kepentingan bisnis impor yang diverifikasi,"tegas Nurdin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.