Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Bagi Bank Indonesia, Rupiah Melemah Berlarut-Larut

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Alarm Bagi Bank Indonesia, Rupiah Melemah Berlarut-Larut Doc: koran jakarta/ones
Ket. Sumber: Bank Indonesia

JAKARTA - Kurs atau nilai tukar rupiah yang melemah secara berkelanjutan perlu menjadi alarm serius bagi Bank Indonesia. Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, Rabu (14/1) mengatakan pernyataan dari otoritas moneter dan Pemerintah yang menekankan kuatnya fundamental ekonomi belum cukup untuk menjawab tekanan pasar jika tidak diiringi respons kebijakan moneter yang lebih tegas dan konsisten.

Aditya mengatakan, dalam situasi global yang masih sarat ketidakpastian, mulai dari arah suku bunga Amerika Serikat (AS), hingga tensi geopolitik menyebabkan para pelaku pasar membutuhkan sinyal kuat dari otoritas moneter.

“Jika rupiah terus tertekan, Bank Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan narasi stabilitas fundamental. Pasar melihat tindakan, bukan sekadar pernyataan,” kata Aditya.

Ia menilai, volatilitas rupiah mencerminkan adanya kekhawatiran investor terhadap efektivitas bauran kebijakan moneter dan stabilisasi nilai tukar. Menurut Aditya, intervensi yang bersifat reaktif tanpa komunikasi kebijakan yang jelas justru berisiko memperlemah kepercayaan pasar dalam jangka menengah.

“Ketika rupiah melemah berlarut-larut, itu sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya yakin terhadap arah kebijakan BI,” katanya.

Aditya juga mengingatkan bahwa kebergantungan pada cadangan devisa semata bukan solusi berkelanjutan. Ia mendorong Bank Indonesia untuk lebih transparan dalam menyampaikan strategi stabilisasi rupiah, termasuk koordinasi dengan kebijakan fiskal pemerintah agar tidak menimbulkan sinyal yang saling bertolak belakang.

“Fundamental ekonomi memang penting, tetapi stabilitas nilai tukar adalah soal kredibilitas kebijakan,” ujar Aditya.

Ia menegaskan, jika pelemahan rupiah dibiarkan tanpa respons yang tegas dan terukur, dampaknya dapat merembet ke inflasi impor, biaya produksi, dan pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

Isu Kenaikan Utang

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, melemahnya rupiah lebih karena sentimen negatif terutama berkaitan isu kenaikan utang Pemerintah yang menyebabkan arus keluar modal asing terutama dalam surat utang negara.

“Gejolak geopolitik, politik dalam negeri serta pelonggaran moneter yang terlalu cepat disinyalir juga berkontribusi terhadap pelemahan rupiah,” jelas Suhartoko.

BI dalam situasi saat ini perlu mempertimbangkan mana yang lebih dikedepankan.

Pertama, pro pertumbuhan dengan penurunan suku bunga acuan yang inflatoir dan mendorong terjadinya arus modal keluar serta pelemahan rupiah namun meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Atau, yang kedua, pro stabilitas dengan pengendalian inflasi dan arus modal keluar serta kestabilan rupiah.

“Dua duanya pilihan yang sulit ketika daya ungkit fiskal lemah,”ungkap Suhartoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.