PGE Resmi Mulai Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3, Perkuat Kapasitas Panas Bumi Nasional
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 20:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: PGE
JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan langkahnya dalam mengoptimalkan potensi panas bumi nasional. Melalui kick-off meeting yang dilaksanakan pada Senin (12/1/2026), proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi dieksekusi. Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2030.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal pengembangan proyek melalui penguatan koordinasi lintas fungsi di internal PGE. Seiring itu, PGE juga membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan eksternal, mulai dari pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, hingga instansi pemerintah terkait. Kolaborasi lintas disiplin ini diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan proyek berjalan lancar dan selaras dengan target yang telah ditetapkan.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, mengatakan kick-off meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko. Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia, menurutnya, kini memasuki fase yang semakin krusial sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025–2034.
“Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah. Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas. Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (14/1).
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025. Capaian tersebut memperkuat langkah PGE dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta 1,8 GW pada 2033. Sejalan dengan arah pengembangan tersebut, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.
Selain berkontribusi terhadap pasokan listrik nasional, industri panas bumi juga memiliki peran strategis dalam perekonomian. Sepanjang 2010–2024, sektor ini mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp21,43 triliun, serta memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019–2024. Kontribusi tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efek berganda (multiplier effect).
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas total 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!