Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parlemen Amerika Serikat Usulkan RUU Ambil Alih Greenland

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Parlemen Amerika Serikat Usulkan RUU Ambil Alih Greenland Doc: istimewa
Ket. Anggota Kongres Partai Republik Amerika Serikat (AS), Randy Fine - Dengan mengakuisisi Greenland, kita akan mencegah musuh mengendalikan wilayah Arktik dan mengamankan sayap utara kita dari Russia dan Tiongkok

Washington – Anggota Kongres Partai Republik Amerika Serikat (AS), Randy Fine, pada Senin (12/1), memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan mengesahkan aneksasi Greenland dan penerimaannya sebagai negara bagian AS.

Seperti dikutip dari Antara, Fine mengumumkan usulan tersebut melalui media sosial X. Ia menyatakan RUU bertajuk Undang-Undang Aneksasi dan Status Negara Bagian Greenland akan memberikan kewenangan kepada presiden “untuk menemukan cara yang diperlukan guna membawa Greenland ke dalam Serikat”.

“Dengan mengakuisisi Greenland, kita akan mencegah musuh mengendalikan wilayah Arktik dan mengamankan sayap utara kita dari Russia dan Tiongkok,” kata Fine, yang dikenal sebagai sekutu Presiden Donald Trump.

RUU tersebut memberikan wewenang kepada presiden untuk bernegosiasi dengan Denmark terkait aneksasi atau akuisisi Greenland sebagai wilayah AS. Selain itu, pemerintah diwajibkan menyerahkan laporan kepada Kongres yang menguraikan perubahan hukum federal yang diperlukan untuk mempercepat penerimaan Greenland sebagai negara bagian.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Minggu (11/1), menyatakan bahwa Amerika harus “mengakuisisi” Greenland untuk mencegah pengambilalihan oleh Russia atau Tiongkok.

“Kita berbicara tentang akuisisi, bukan penyewaan, bukan kepemilikan jangka pendek. Kita berbicara tentang akuisisi. Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan melakukannya, dan itu tidak akan terjadi selama saya menjadi presiden,” kata Trump kepada wartawan.

Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, menarik perhatian AS karena letaknya yang strategis serta kekayaan sumber daya mineralnya. Trump sebelumnya menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi AS, dan menyamakannya dengan “kesepakatan properti besar”.

Namun, baik Denmark maupun pemerintah Greenland telah menolak setiap usulan penjualan wilayah tersebut dan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilaporkan akan bertemu dengan pejabat Denmark dan Greenland pada pekan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.