• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Grab Tutup GVV Batch 8, Li...

Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hadirkan Solusi Teknologi Berkelanjutan

Rabu, 14 Jan 2026, 20:13 WIB

JAKARTA – Grab Indonesia resmi menutup rangkaian program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi capaian serta dampak lima startup terpilih setelah mengikuti program akselerator intensif selama enam bulan.

Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 berfokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Fokus tersebut diwujudkan melalui lima startup finalis yang terpilih dari ratusan peserta, yakni CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.

Ket. Foto: Tamara Soerijo, CEO of Liberty Society mempresentasikan perkembangan dan implementasi pilot project sebagai bagian dari program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8, di Jakarta pada hari Selasa (13/1). Grab Indonesia menutup program Grab Ventures Velocity Batch 8 dengan menampilkan lima startup terpilih yang menghadirkan solusi teknologi berkelanjutan. — Sumber: Grab Indonesia

Sejak Agustus 2025, para startup terpilih telah menjalani berbagai rangkaian program, mulai dari pendampingan intensif bersama praktisi industri, integrasi solusi ke dalam ekosistem digital Grab melalui implementasi pilot project, hingga kesempatan pitching dengan mitra strategis.

Seluruh perjalanan tersebut mencapai puncaknya pada acara Graduation Day GVV Batch 8 yang diselenggarakan pada Selasa (13/1) di Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri perwakilan venture capital, para mentor leader sebagai mitra strategis program, serta alumni founder dari batch GVV sebelumnya.

“Kami bangga melihat para startup terpilih berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang berdampak jangka panjang. Semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam mendorong perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, Selasa (13/1).

Implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab menjadi salah satu tonggak terpenting dalam rangkaian GVV Batch 8. Melalui tahap ini, para startup dapat menguji solusi mereka secara langsung di lingkungan operasional Grab, sehingga membantu memperluas skala, meningkatkan dampak, serta memperkuat kolaborasi lintas lini bisnis.

CEO & Founder Jejakin, Arfan Arlanda, peserta GVV Batch 8, menyampaikan bahwa Jejakin bekerja sama dengan Grab dan Grab for Business dalam menghadirkan fitur Sustainability as a Service. Fitur ini memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram COâ‚‚ per bulan.

“Kami optimistis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon,” ujarnya.

Program akselerator GVV juga memberikan pendampingan strategis bagi Liberty Society dalam mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. CEO Liberty Society, Tamara Soerijo, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Grab menghasilkan produk merchandise berbasis upcycling dari jaket Mitra Pengemudi Grab serta minyak jelantah bekas Grab Merchant.

“Sebagian produk tersebut dipasarkan kembali melalui GrabMart. Inisiatif ini berhasil menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e, setara dengan menanam sembilan pohon, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi perempuan marginal di komunitas. Ini membuktikan bahwa model bisnis berkelanjutan dapat memberikan dampak lingkungan sekaligus nilai sosial,” jelasnya.

Pendampingan GVV turut meningkatkan kapasitas Sirsak dalam mengembangkan pendekatan B2C untuk mendorong partisipasi langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah. CEO & Co-Founder Sirsak, Angeline Callista, mengatakan bahwa melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, pengguna diajak berdonasi Rp1 untuk mendukung pengelolaan sampah.

“Program ini berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah. Sebanyak 20.000 voucher berhasil ditebus dalam waktu dua hari, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, melalui integrasi API antara Rekosistem dan Grab, solusi pengelolaan serta daur ulang sampah dapat dihadirkan secara lebih praktis kepada pengguna. CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman, mengatakan integrasi ini memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru.

“Solusi ini juga mendorong terbentuknya budaya pilah–kemas–setor sampah di masyarakat,” katanya.

GVV Batch 8 juga memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi pendukung mobilitas masa depan. CEO & Co-Founder CASION, Kevin Pudjiadi, menilai kolaborasi dengan Grab menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi bisnis perusahaan.

“Melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi pengisian daya kendaraan listrik yang terjangkau dan relevan, sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur EV secara berkelanjutan,” tuturnya.

Program akselerator GVV tahun ini diperkuat oleh dukungan Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis utama, yang menghadirkan kapabilitas di sektor teknologi, perbankan digital, dan pembiayaan. Sinergi ini membuka akses nyata bagi startup untuk terhubung dengan ekosistem industri yang lebih luas.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan bahwa selama enam bulan perjalanan GVV Batch 8, inovasi para startup tidak hanya diuji, tetapi benar-benar diterapkan melalui pilot project di dalam ekosistem Grab.

“Pendekatan ini penting untuk memastikan solusi yang dikembangkan mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan Indonesia secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Managing Partner Genesis Alternative Ventures, Dr. Jeremy Loh, menambahkan bahwa GVV merupakan platform krusial dalam memperkuat masa depan teknologi berkelanjutan di Indonesia.

“Kami bangga dapat mendukung para founder dalam memperluas dampak solusi mereka, sembari mengelola pertumbuhan dan struktur modal secara efektif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Grab juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional 1.000 startup digital, Garuda Spark Hub, serta pemanfaatan teknologi baru untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Sejak diluncurkan pada 2018, sebanyak 83% dari total 35 alumni GVV tercatat terus bertumbuh dan berhasil membangun bisnis berkelanjutan, melampaui rata-rata global program akselerator teknologi.

Dengan dukungan kolaboratif para mitra serta komitmen jangka panjang Grab terhadap inovasi dan keberlanjutan, GVV Batch 8 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem startup Indonesia yang tangguh, inklusif, dan siap berkembang. Grab berharap capaian para peserta GVV Batch 8 dapat menginspirasi lebih banyak startup untuk menghadirkan solusi berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.