- Home
-
- Megapolitan
-
- Obsesi Jadi Vampir, Pria I...
Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja
Selasa, 04 Agu 2026, 03:40 WIBHAMPSHIRE - Sebuah kasus yang terdengar seperti adegan film horor benar-benar terjadi di Inggris. Selama berbulan-bulan, sejumlah gereja di kawasan New Forest, Hampshire, diteror oleh seseorang yang meninggalkan bangkai domba dan rusa di depan, bahkan di dalam rumah ibadah.
Dari The Guardian, tak hanya bangkai hewan, pelaku juga meninggalkan salib terbalik dan kartu tarot. Jemaat dibuat ketakutan, para pendeta merasa rumah ibadah mereka dinodai, sementara para peternak kehilangan ternak yang dicuri lalu disembelih secara brutal.
Pelakunya adalah Benjamin Lewis, pria berusia 48 tahun yang memiliki obsesi mendalam terhadap vampir. Menurut penyelidikan Kepolisian Hampshire, Lewis percaya bahwa meminum darah dapat memperpanjang umur, membuatnya terhindar dari kematian, bahkan berubah menjadi vampir.
"Dia percaya jika meminum cukup banyak darah, dia tidak akan mati dan akan menjadi vampir," ungkap PC Jessica Surman, penyidik yang menangani kasus tersebut.
Keyakinan itulah yang diduga menjadi latar belakang aksi-aksi mengerikan Lewis.
Kasus ini begitu tidak lazim hingga polisi menyebutnya sebagai salah satu penyelidikan paling aneh yang pernah mereka tangani. Setelah mengumpulkan berbagai bukti, penyidik mulai melihat pola dalam setiap aksinya.
Mereka menemukan bahwa teror tersebut sering terjadi pada tanggal-tanggal yang memiliki makna dalam kalender ritual setan. Polisi pun mengambil langkah yang tidak biasa: mempelajari kalender tersebut dan menempatkan petugas di sejumlah gereja pada hari-hari yang dianggap penting.
Strategi itu akhirnya membuahkan hasil. Jejak DNA Lewis ditemukan pada salah satu bangkai domba yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Bukti tersebut mengantar polisi kepada pelaku.
Di persidangan, jaksa Laura Deuxberry mengungkap bahwa Lewis tidak sekadar membuang bangkai hewan. Ia menempatkannya di lokasi-lokasi yang memiliki simbol keagamaan kuat.
Seekor domba pernah ditemukan di atas salib gereja. Bangkai lainnya diletakkan di dekat patung Bunda Maria. Dalam insiden lain, seekor domba ditemukan di atas mimbar gereja dengan salib altar yang telah dipindahkan.
Pada salah satu kejadian, anak-anak ikut menyaksikan pemandangan mengerikan tersebut dan mengalami syok.
Teror itu meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Seorang perempuan mengaku tidak lagi berani mengunjungi makam putranya karena berada di gereja yang menjadi sasaran Lewis. Seorang pengurus gereja mengatakan pelaku sengaja menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.
Aksi Lewis bahkan meluas ke sebuah fasilitas kesehatan mental di dekat rumahnya. Polisi menemukan kepala rusa lengkap dengan salib terbalik yang ditinggalkan di gerbang. Orang pertama yang menemukannya mengaku sangat ketakutan dan merasa pelaku terus mengawasinya.
Saat rumah Lewis digeledah, polisi menemukan berbagai sketsa vampir, catatan mengenai ritual, serta tulisan-tulisan tentang meminum darah.
Psikiater konsultan Dr. Gauruv Malhan kemudian menjelaskan bahwa Lewis mengalami gangguan kesehatan mental yang kompleks. Ia mengungkapkan bahwa sejak berusia 13 tahun, Lewis sudah menunjukkan perilaku serupa dengan meletakkan seekor katak mati di atas salib gereja.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, Lewis juga pernah menyerang pasien lain dan bahkan mencoba menyerang dokter yang merawatnya.
Pengadilan Mahkota Southampton akhirnya memutuskan Lewis harus tetap menjalani perawatan di rumah sakit dengan tingkat keamanan tinggi. Ia hanya dapat dibebaskan jika pengadilan kesehatan mental atau Menteri Kehakiman menyatakan dirinya sudah tidak lagi membahayakan masyarakat.
Menariknya, ini bukan kali pertama Lewis berurusan dengan hukum. Pada 2003, ia pernah dipenjara setelah meneror seorang pendeta beserta keluarganya. Saat itu ia mengaku sebagai vampir, melakukan panggilan telepon bernada ancaman, menyalakan kembang api, dan memasang gambar-gambar cabul di papan pengumuman gereja.
Bagi warga New Forest, kawasan yang selama ini dikenal lewat legenda penyihir, ritual kuno, dan kisah-kisah supranatural, tindakan Lewis jauh lebih menyeramkan daripada cerita rakyat mana pun. Sebab kali ini, teror itu benar-benar terjadi dan meninggalkan trauma nyata bagi para korbannya.
- gangguan mental
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.