Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perompak Bersenjata Culik 9 Pelaut di Lepas Pantai Gabon

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 02:10 WIB | Oleh:
Perompak Bersenjata Culik 9 Pelaut di Lepas Pantai Gabon Doc: maritimeoptima.com
Ket. Kapal pukat IB Fish 7

LIBREVILLE - Para perompak bersenjata telah menaiki kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon pada akhir pekan lalu dan menculik sembilan pelaut, kata Kementerian Pertahanan Gabon pada Senin (12/1).

Insiden pada Sabtu (10/1) malam itu merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

"Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan anggota kru, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Hubert Bekale Meyong, dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon pada Senin.

"Kapal pukat IB Fish 7 yang mengibarkan bendera Gabon menjadi korban serangan bajak laut saat melakukan penangkapan ikan sekitar tujuh mil laut di sebelah barat daya Ekwata, di perairan Gabon," imbuh dia.

Enam pelaut lainnya yang berkebangsaan Indonesia, Tionghoa, dan Burkina Faso, tetap berada di atas kapal, tutur dia.

Pihak berwenang Gabon menemukan kapal pukat tersebut sebelum dikawal ke pelabuhan Libreville dan penyelidikan telah dibuka.

Pada Februari tahun lalu, tiga pelaut diculik dengan todongan senjata dari sebuah kapal penangkap ikan di perairan dekat ibu kota.

Sebagai bagian dari Samudra Atlantik, Teluk Guinea merupakan jalur maritim penting untuk minyak dan gas karena berbatasan dengan produsen minyak utama di Afrika Barat. Tempat ini juga populer di kalangan penggemar memancing amatir, penikmat perahu wisata, dan wisatawan yang ingin menyaksikan paus di lepas pantai Gabon.

Perairan tersebut sejak lama dianggap sebagai salah satu perairan yang paling banyak dihuni bajak laut di dunia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, serangan bajak laut menjadi kurang sering terjadi setelah adanya tindakan keras bersama dari negara-negara yang berbatasan dengan teluk, bersama dengan beberapa negara Eropa. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.