Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lokalisasi Manufaktur Pacu Nilai Tambah

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lokalisasi Manufaktur Pacu Nilai Tambah Doc: istimewa

Strategi Industrialisasi

JAKARTA – Pemberian insentif bagi industri ma­nufaktur dengan skenario lokalisasi bisa berdampak lebih besar pada ekonomi dibandingkan skema tanpa komponen lokal. Pasalnya, kebijakan tersebut mampu memperkuat rantai pasok domestik dan menciptakan nilai tambah di dalam ne­geri. 

Namun, efektivitas ke­bijakan ini mensyaratkan pengawasan ketat agar komponen lokal benar-be­nar diproduksi di Indone­sia, bukan sekadar impor yang diberi label lokal. Tan­pa kontrol tersebut, insentif berisiko kehilangan tujuan strategisnya dan hanya menjadi subsidi tanpa efek industrialisasi yang nyata.

Pengajar Fakultas Eko­nomi dan Bisnis (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti menilai pemberian insentif bagi industri manufaktur dapat mendorong pertum­buhan ekonomi secara le­bih berkelanjutan karena sektor ini berpotensi be­sar menciptakan lapangan kerja, terutama pada indus­tri padat karya. Menurut­nya, insentif sebaiknya ti­dak hanya difokuskan pada industri otomotif, tetapi juga mencakup sektor ma­nufaktur lainnya, dengan penekanan pada penggu­naan komponen lokal.

Skema insentif berba­sis lokalisasi dinilai me­miliki dampak ekonomi yang lebih besar, asalkan komponen lokal tersebut benar-benar diproduksi di dalam negeri, bukan se­kadar impor yang dilabeli sebagai buatan Indonesia. “Ke depan penguasaan tek­nologi dan pengembangan research and development (R&D) harus didorong un­tuk bisa menghasilkan pro­duk lokal yang kompetitif,” ungkap Esther kepada Ko­ran Jakarta, Senin (12/1).

Sektor manufaktur men­jadi tulang punggung per­ekonomian Indonesia de­ngan kontribusi sekitar 18-19 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB). Industri pengolahan juga menjadi penyumbang ter­besar ekspor nasional, yak­ni sekitar 74,3 persen pada 2024 serta menarik inves­tasi sekitar 42,1 persen dari total penanaman modal pada 2024.

Sebelumnya, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Eko­nomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai insentif otomotif berbasis lokalisasi kompo­nen memberikan dampak ekonomi lebih kuat diban­dingkan skenario baseline, dengan potensi tambahan PDB sekitar 4 triliun rupiah pada 2026 hingga 21 triliun rupiah pada 2030 serta pen­ciptaan puluhan ribu la­pangan kerja.

Dosen Magister Eko­nomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menga­takan, lokalisasi kompo­nen atau perluasan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) jelas akan mening­katkan kegiatan produksi di sektor otomotif dan tentu saja peningkatan penyerap­an tenaga kerja dan penda­patan nasional. Namun, dia memperingatkan persoalan kualitas dan quality control serta kompatibel nya kom­ponen terhadap industri besarnya.

“Oleh karena itu konsep lokalisasi komponen ha­rus dalam perspektif jangka panjang,” ucap Suhartoko, Senin (12/1). n

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.