Demokrasi Indonesia Dibilang Cacat, Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Ungkap Skornya versi EIU
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 18:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohMenurut Omi, ketimpangan sosial yang terus menganga menunjukkan perlunya kebijakan negara yang lebih berpihak pada rakyat. Tanpa perbaikan nyata di sektor ekonomi dan sosial, demokrasi sulit memberikan dampak langsung bagi kualitas hidup warga.
Sementara itu, tokoh GNB lainnya yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, turut menegaskan pentingnya menjaga demokrasi. Ia menyebut demokrasi merupakan manifestasi langsung dari kedaulatan rakyat yang tidak boleh dilemahkan.
"Demokrasi harus terus dirawat dengan memperkuat pemerintahan yang menjunjung prinsip penegakan hukum dan penghormatan HAM," ujar Alissa.
Ia menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alissa menilai penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia menjadi fondasi utama dalam memperkuat demokrasi. Tanpa perlindungan HAM yang konsisten, praktik demokrasi berisiko mengalami kemunduran.
Pandangan para tokoh GNB tersebut mencerminkan kegelisahan masyarakat sipil terhadap arah demokrasi Indonesia saat ini. Sorotan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari pemilu, tetapi juga dari kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!