Kaleidoskop 2025: PGE Menguatkan Jejak Panas Bumi di Jalur Transisi Energi Nasional
📅 Senin, 12 Jan 2026, 17:50 WIB | Oleh: Yebdi TrismarLebih dari itu, dalam mengembangkan potensi panas bumi nasional, PGE secara konsisten menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan mendorong pemanfaatan panas bumi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Inisiatif tersebut antara lain inovasi melon geothermal di Ulubelu, pengembangan Pupuk Booster Katrili di Lahendong, serta penerapan teknologi Geothermal Dry House untuk pengeringan kopi di Kamojang.
Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Tahun lalu, PGE menggelar Panen Raya Katrili 2025 untuk empat komoditas bersama petani di Tonsewer, Minahasa, sekaligus mengantarkan petani kopi Kamojang mencatatkan ekspor perdana ke pasar Asia dan Eropa.
Ke depan, PGE akan terus melanjutkan langkah-langkah strategis secara terukur dan berkelanjutan. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1GW dalam 2-3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Target tersebut ditopang oleh potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri, yang menjadi fondasi strategis bagi keberlanjutan pengembangan PGE ke depan.
Dengan fondasi yang kuat, sinergi yang solid, serta visi jangka panjang yang sejalan dengan agenda pemerintah, PGE optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional, mendorong transisi energi bersih, dan mewujudkan swasembada energi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!