Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Dilaporkan Perintahkan Kajian Invasi Militer ke Greenland

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Dilaporkan Perintahkan Kajian Invasi Militer ke Greenland Doc: Antara
Ket. Ilustrasi Greenland.

Moskow - Presiden AS Donald Trump dilaporkan pada Sabtu (10/11), telah memerintahkan para panglima operasi khusus AS untuk menyusun rencana invasi ke Greenland, Daily Mail melaporkan dengan mengutip sejumlah sumber.

Laporan itu menyebutkan bahwa sebagian perwira senior militer AS menentang rencana itu, tetapi penasihat kebijakan Trump, Stephen Miller, disebut-sebut sebagai pendukung utamanya.

Disebutkan pula bahwa para pejabat Eropa khawatir Trump berusaha menjalankan rencana itu sebelum pemilihan paruh waktu Kongres AS yang akan berlangsung pada November.

Pada Desember lalu, Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. Landry kemudian membenarkan bahwa AS berencana menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan Landry dan mengatakan akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen untuk meminta penjelasan.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau tersebut. Mereka juga menekankan perlunya penghormatan terhadap integritas teritorial bersama.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan niatnya untuk bertemu dengan otoritas Denmark pekan depan untuk membahas situasi di Greenland.

Hal itu disampaikan Rubio ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan pemerintah AS tidak menerima tawaran Denmark untuk membahas situasi di Greenland dan apakah AS siap mengesampingkan kemungkinan intervensi militer.

Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan dalih keamanan nasional dan perlindungan terhadap "dunia yang bebas."

Mantan PM Greenland Mute Egede menanggapi bahwa pulau tersebut tidak dijual dan tidak akan pernah dijual. Namun, Trump menolak berjanji tidak menggunakan kekuatan militer untuk merebut kendali atas Greenland.

Greenland adalah koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark hingga kini. Namun, sejak 2009 pulau tersebut memperoleh status otonomi yang memungkinkannya mengatur pemerintahan dan menentukan kebijakan sendiri.

Selain kaya akan mineral tanah jarang, wilayah itu diperkirakan memiliki cadangan energi fosil yang masif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.