Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Unjuk Gigi, Siswa Siap Pidato Multibahasa di Hadapan Presiden Prabowo

9 Minggu, 11 Jan 2026, 19:52 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Unjuk Gigi, Siswa Siap Pidato Multibahasa di Hadapan Presiden Prabowo Sekolah Rakyat Unjuk Gigi, Siswa Siap Pidato Multibahasa di Hadapan Presiden Prabowo Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Risky Aulia (dua kanan) bersama tiga rekannya yang akan berpidato berbahasa asing dihadapan Presiden Prabowo Subianto berswafoto seusai latihan terakhir bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).

JAKARTA - Empat siswa Sekolah Rakyat dipersiapkan menyampaikan pidato bertema perdamaian dunia dalam empat bahasa asing pada peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang akan dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Empat siswa tersebut menjalani pendampingan intensif bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan pelatih dari Kementerian Sosial di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Minggu, menjelang acara peresmian yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

Gedung BBPPKS Kementerian Sosial yang juga difungsikan sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru itu menjadi lokasi utama peluncuran Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu pidato berbahasa Inggris akan dibawakan Kiendra, siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Pidato berbahasa Mandarin disampaikan Nur Aisah, siswi kelas X SRMA 10 Jakarta Selatan.

Adapun pidato berbahasa Jepang dibawakan Risky Aulia, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Probolinggo, sementara Royya Alma, siswi SRMA 47 Malang, Jawa Timur, akan menyampaikan pidato berbahasa Arab.

Saifullah menjelaskan bahwa kemampuan siswa Sekolah Rakyat menyampaikan pidato dalam berbagai bahasa asing merupakan hasil dari pola pembelajaran yang dipersiapkan secara khusus, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi anak-anak ini adalah digital native dan tentu sudah bagian dari masyarakat global. Pembelajarannya menggunakan teknologi seperti laptop, papan tulis digital, dan learning management system di Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.

Selain memang memiliki kecakapan, dia menilai bahwa peran guru sangat vital untuk mengasah kemampuan siswanya. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran keempat siswa tersebut dimana mereka berlatih penuh beberapa hari terakhir, mulai dari merangkai narasi bersama guru bahasanya dan memantapkan artikulasi sehingga pesan bisa disampaikan bila bisa tampil maksimal.

“Isinya sarat dengan pesan nasionalisme, kemanusiaan, perdamaian dunia, dan solidaritas global. Itu yang akan dibawakan anak-anak Sekolah Rakyat saat peresmian,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Menurut dia, pembelajaran digital dinilai tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun empati dan kesadaran global siswa, termasuk kepedulian terhadap anak-anak seusia mereka di negara-negara yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pendidikan.

Demikianlah poin dari pidato yang akan ditampilkan dengan diiringi paduan suara ratusan Siswa Sekolah Rakyat lainnya dengan menyanyikan lagu Heal The World yang dipopulerkan solois Michael Jackson.

Salah satu siswa, Risky Aulia, mengaku mulai tertarik mempelajari bahasa Jepang sejak kelas VI SD yang didorong oleh kegemarannya terhadap film anime.

Perempuan bertubuh mungil ini meski berdomisili di desa terpencil di Probolinggo mengaku dekat dengan kemajuan teknologi. Ia belajar banyak berbahasa Jepang secara mandiri menggunakan aplikasi daring bersama teman sebayanya di kampung halaman.

“Suka Anime. Orang bilang kami Wibu gitu. Ya pengalaman itulah. Lalu, awalnya saya bilang ke guru hanya bisa sedikit. Setelah dites, ternyata dipercaya dan dibawa ke sini untuk tampil” kata dia.

Aulia mengaku bangga sekaligus terharu karena mendapat kesempatan tampil di hadapan Presiden, serta berterima kasih atas dukungan guru dan sekolah yang memberi ruang untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Permukaan Air Danau di Mukapayung Menyusut

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Permukaan Air Danau di Muka...
Nasional
BNPB Perketat Aspek Keselam...
Nasional
Polri Harus Tuntaskan Kasus...
Advertisement
Aksi Protes di Paris Bentrok

Aksi Protes di Paris Bentrok

09 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.