Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Jalan, Alam Aman: Jurus Semarang Kembangkan UMKM

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Jalan, Alam Aman: Jurus Semarang Kembangkan UMKM Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Minggu (11/1/2026).

SEMARANG – Mendorong UMKM untuk berkembang itu penting, tapi akan lebih keren lagi kalau pertumbuhannya sejalan dengan kepedulian pada lingkungan.

Lewat praktik usaha yang lebih ramah lingkungan—mulai dari bahan baku, proses produksi, sampai pengelolaan limbah—UMKM bisa tetap naik kelas tanpa merusak alam sekitar.

Kalau dua hal ini jalan bareng, ekonomi lokal tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan lingkungan tetap terjaga, jadi untungnya bukan cuma buat pelaku usaha, tapi juga buat generasi berikutnya.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus mendorong sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar berkembang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu (11/1), mencontohkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, salah satu kuliner khas Kota Semarang, dengan aktivitas pengolahan ikan yang dilakukan setiap hari oleh warga.

Untuk mengantisipasi dampak limbah cair hasil produksi, kata dia, Pemkot Semarang membangun IPAL komunal yang berfungsi mengolah limbah sebelum dibuang ke saluran lingkungan.

Ia juga menyempatkan meninjau dan berdialog langsung dengan warga Kampung Mangut dan para pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Menurut dia, keberadaan IPAL menjadi elemen penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

"Bandarharjo ini adalah contoh bagaimana kampung tematik bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun, pertumbuhan itu harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik," katanya.

Karena itu, kata dia, fasilitas IPAL hadir untuk memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola IPAL di Kampung Mangut secara bersama-sama.

Sebab, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen warga dalam merawat serta memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Agustina akan terus mendorong peningkatan kualitas kampung-kampung tematik, khususnya yang berbasis UMKM dan kuliner, dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, pengolahan limbah, dan penataan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.