Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Peti Kemas TPK Kupang Tetap Berjalan, Perbaikan Alat Terus Dipacu

📅 Sabtu, 10 Jan 2026, 19:51 WIB | Oleh:
Layanan Peti Kemas TPK Kupang Tetap Berjalan, Perbaikan Alat Terus Dipacu Doc: Pelindo Terminal Petikemas
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan inspeksi ke TPK Kupang.

TPK Kupang mengkonfirmasi adanya kepadatan di dalam area terminal peti kemas khususnya pada layanan delivery atau pengambilan peti kemas untuk dibawa keluar terminal. Hal itu disebabkan adanya kendala pada 3 unit alat rubber tyred gantry crane (RTG) yang beroperasi di area tersebut sejak tanggal 7 Januari 2026. Kendala itu memicu terjadinya antrean truk dari luar TPK Kupang yang akan melakukan kegiatan delivery.

“Terdapat 5 unit alat pada area tersebut, 3 unit diantaranya mengalami kendala sehingga tidak dapat digunakan secara optimal. Dua unit yang lain masih dapat beroperasi dengan baik,” kata Terminal Head TPK Kupang Andhik Kristianto, Sabtu (10/01).

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, TPK Kupang telah melakukan penambahan 2 unit alat jenis reach stacker (RS) untuk mendukung kegiatan proses delivery. Percepatan perbaikan juga dilakukan dengan menambah jumlah mekanik yang diterbangkan langsung dari Surabaya dan Balikpapan. TPK Kupang memastikan kegiatan delivery dan aktivitas operasional lainnya tetap berlangsung.

“Tambahan 2 orang mekanik sudah tiba di TPK Kupang, mereka juga membawa suku cadang (sparepart) untuk mengatasi kendala yang ada,” lanjutnya.

Faktor lain yang mempengaruhi kepadatan di TPK Kupang adalah tingginya permintaan delivery pasca libur Natal dan tahun baru. Sejumlah pergudangan, aktivitas perkantoran, dan distribusi barang di Kupang mulai aktif sejak tanggal 6 Januari 2026. Meski demikian, TPK Kupang tetap berkomitmen untuk memberikan layanan semaksimal mungkin dan memastikan peralatan yang mengalami kendala dapat segera beroperasi. TPK Kupang juga tengah menyiapkan skema kompensasi atas dampak adanya kendala di terminal peti kemas.

“Waktu pemulihan kurang lebih 1 minggu, alat akan siap beroperasi secara bertahap, dan komitmen Pelindo Terminal Petikemas Kupang untuk perawatan dan pemeliharaan alat,” tutup Andhik

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan inspeksi ke TPK Kupang, Sabtu (10/01) pagi. Gubernur NTT Melky Laka Lena menekankan kendala yang terjadi agar tidak menimbulkan inflasi di wilayahnya. Untuk itu Melky meminta kepada para pemangku kepentingan dan pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi yang ada untuk menaikkan harga barang di NTT.

“Pelindo, pelayaran, pengusaha, dan pihak-pihak lain saya minta untuk tidak menaikkan tarif atau tambahan biaya apapun untuk menjaga stabilitas harga barang,” tegasnya.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) NTT David Ongko Saputra, menyampaikan harapan adanya penambahan alat baru untuk TPK Kupang. Atas harapan tersebut Gubernur NTT menyebut akan membantu berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI dan Danantara.

“Arus barang terus meningkat, harapan kami ada penambahan peralatan untuk mendukung kegiatan peti kemas,” tutup David.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
DPRD Dorong Pemkot Bekasi B...

Ariana Grande Luncurkan Album "Petal"

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Luncurkan Alb...

Angin Segar, Khofifah Hapus Pajak Pokok dan Denda Kendaraan Ojol

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Angin Segar, Khofifah Hapus...
Nasional
Mengagetkan, Ada Penipuan E...
Nasional
Kemendagri Integrasikan Lay...

Penyanyi Sheila Majid Dianugerahi Gelar "Datuk Seri"

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Penyanyi Sheila Majid Dianu...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.