Mulai Februari 2026, Penerbangan Langsung Australia–Lombok Resmi Dibuka
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Mataram - Maskapai nasional TransNusa akan membuka rute baru penerbangan langsung dari Darwin Australia - Lombok pulang pergi pada Februari 2026.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto mengatakan rencana penerbangan langsung dilakukan pada bulan Pebruari.
"Kita punya rencana membuat penerbangan dari Lombok. Saat ini kami terbang Jakarta, Bali, dan Manado," ujarnya usai bertemu Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (9/1).
Ia mengakui saat ini pihaknya fokus memperluas penerbangan untuk rute-rute internasional yang mendatangkan wisatawan mancanegara ke destinasi-destinasi wisata, salah satunya Lombok.
"Untuk Lombok ini yang pertama kita buka. Rutenya Lombok-Darwin Australia. Kita buka akhir Pebruari atau awal Maret. Selain Darwin, juga kita akan membuka rute Lombok-Perth. Itu jangka pendek di tahun ini," kata Bayu.
Selain itu kata dia, pihaknya juga akan membuka rute-rute lain yang banyak mendatangkan wisatawan. Misalnya, Lombok-Kuala Lumpur, Malaysia dan Lombok-Singapura.
"Karena di negara-negara ini wisatawan-nya banyak yang datang, sehingga kita ambil limpahan-nya. Termasuk, penerbangan yang sudah kita buka dari Bali ke Lombok, sebagian besar penumpangnya turis. Artinya, turis yang masuk ke Bali dari negara lain, karena pintu gerbang turis itu ada di Jakarta dan Denpasar dengan kondisi Bali yang sudah padat mereka juga ingin lihat Lombok yang terdekat," terangnya.
Kemudian dalam jangka panjang, pihaknya juga akan membuka rute-rute lain, Korea Selatan, Jepang, Cina, Hongkong, dan Taiwan. Namun, untuk sementara prioritas Australia-Lombok.
"Karena Australia ini dekat, mungkin juga negara ASEAN karena wisatawan-nya banyak juga. Contoh Thailand, Vietnam, Kuala Lumpur, karena Malaysia ini cukup banyak, karena Lombok ini rumah kedua bagi TransNusa setelah Bali," ujar Bayu.
Ia mengatakan secara potensi jumlah penumpang atau wisatawan ke Lombok cukup besar. Ini bisa dilihat load faktornya penumpang yang tinggi, karena banyak turis yang datang.
"Tadi, kami dengan gubernur bagaimana membuka koneksi penerbangan dari Yogyakarta. Karena kita sudah terbang ke Yogyakarta. Ini sama dengan daerah lain yang kita terbangi," ucapnya.
Untuk harga tiket, pihaknya tergantung harga pasar dan permintaan. Karena terkait biaya operasional.
"Sepanjang kita bisa akomodasi kita jual sesuai kondisi, karena pesawat ini yang mahal harga bahan bakarnya (aftur)," terangnya.
Disinggung pola kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk pembukaan rute Darwin Australia tersebut, Bayu menyatakan dukungan dari pemerintah daerah dan pelaku dunia usaha setempat. Utamanya, biaya promosi sehingga wisatawan tertarik untuk datang ke Lombok.
"Kalau kami hanya fasilitator mengangkut. Begitu juga dengan bandara kami kerja sama," ujar Bayu.
Lebih lanjut, untuk pembukaan penerbangan langsung ini, pihaknya akan menggunakan pesawat Comac C909 dengan kapasitas 95 pe penumpang. Untuk tahap awal 4 kali terbang dalam 1 minggu.
"Kalau demand-nya tinggi kita akan buka frekuensi 2 sampai 3 kali, seperti Denpasar-Pert kita layani 3 kali," katanya.
Sementara General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Aidil Philip Julian, mengatakan mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, dalam membangun tujuan NTB sebagai destinasi wisata.
"Adanya kesinambungan rute ini, sejalan dengan untuk menghubungkan konektivitas transportasi antar destinasi wisata," ujarnya.
Pihaknya berharap, rencana pembukaan rute baru ini nantinya menjadikan Lombok sebagai destinasi utama kunjungan wisatawan di Indonesia.
"Jadi, kita berharap Lombok tidak hanya menjadi destinasi limpahan tetapi menjadi destinasi utama seperti daerah lain yang sudah maju pariwisata-nya," tandas Aidil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!