Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bekasi Tantang Koperasi Gandeng 7.000 Industri

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 20:10 WIB | Oleh:
Pemkab Bekasi Tantang Koperasi Gandeng 7.000 Industri Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memukul gong saat membuka kegiatan musyawarah daerah dewan koperasi Indonesia daerah atau Dekopinda Kabupaten Bekasi di Hotel Antero Jababeka, Rabu.

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat mendorong koperasi menjalin kemitraan dengan sektor industri agar mampu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dan daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin saat membuka kegiatan musyawarah daerah dewan koperasi Indonesia daerah atau Dekopinda Kabupaten Bekasi yang digelar di Hotel Antero Jababeka, Rabu.

"Kabupaten Bekasi memiliki kekuatan ekonomi luar biasa dengan keberadaan lebih dari 7.000 perusahaan. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi kita," katanya.

Ia menyatakan peluang ekspansi usaha koperasi melalui skema kerja sama dengan perusahaan diyakini akan mampu membawa dampak signifikan bagi penguatan ekonomi masyarakat.

"Bayangkan kalau satu perusahaan saja bermitra dengan satu koperasi, itu sudah luar biasa. Ini saya harapkan menjadi program kerja ke depan bagi pengurus Dekopinda," katanya.

Dia mengungkapkan saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 1.100 unit namun yang aktif hanya 800 koperasi, sementara 300 koperasi lain masih tidak aktif.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran krusial koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, terlebih potensi usaha yang dimiliki wilayah itu relatif besar dan beragam.

Sekda menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Dekopinda sangat strategis, terlebih dengan kehadiran Koperasi Merah Putih yang berada di bawah naungan Dekopinda.

"Saya kira kolaborasi kita sudah sangat bagus. Koperasi Merah Putih juga di bawah Dekopinda dan ini tentu akan menambah potensi peluang bisnis koperasi kita," katanya.

Keberadaan program strategis nasional lain yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menambah peluang bagi koperasi agar mampu meningkatkan skala usaha maupun daya saing koperasi di daerah.

"Ini salah satu peluang juga untuk meningkatkan usaha koperasi. Tinggal bagaimana kita mengelola itu dengan baik," katanya.

Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi Toto Iskandar menekankan musyawarah daerah kali ini mengangkat isu-isu strategis nasional, salah satunya terkait pencanangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Republik Indonesia.

"Kami di Dekopinda bahu-membahu bersama Dinas Koperasi untuk memberikan pengarahan kepada para pengurus KDMP agar segera berkoordinasi dengan Dekopinda dan pemerintah daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu fokus Dekopinda ke depan adalah mendorong percepatan pembangunan gerai dan kantor KDMP di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi agar koperasi tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.