Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Yakin MBG Jadi Program dengan Serapan Anggaran Tercepat Awal 2026

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 21:15 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya Yakin MBG Jadi Program dengan Serapan Anggaran Tercepat Awal 2026 Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/1).

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi program dengan penyerapan anggaran tercepat pada kuartal I 2026.

Sebab, program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur panjang.

"MBG lah, dugaan saya MBG. Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis.

Diketahui, umumnya MBG tetap berjalan selama masa libur sekolah untuk menjamin kebutuhan nutrisi anak, meski BGN sempat menghentikan sementara operasional pada awal Januari 2026 untuk evaluasi.

Dengan selesainya masa liburan akhir tahun, BGN dinilai akan terus membelanjakan anggaran untuk keperluan MBG

"Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya," tambah Menkeu.

Adapun Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025, setara 72,5 persen dari pagu Rp71 triliun pada APBN 2025.

Wamenkeu menjelaskan nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp43,3 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada September 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan sebesar 95,4 persen anggaran atau sekitar Rp255,5 triliun difokuskan untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara 4,6 persen atau Rp12,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Kemudian jika dilihat berdasarkan fungsi, 83,4 persen anggaran dialokasikan ke fungsi pendidikan senilai Rp223,5 triliun, 9,2 persen ke fungsi kesehatan Rp24,7 triliun, dan 7,4 persen ke fungsi ekonomi Rp19,7 triliun.

Sementara dari sisi belanja, 97,7 persen merupakan belanja barang, 1,4 persen belanja pegawai, dan 0,9 persen belanja modal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

3 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

8 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.