Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan Doc: Humas Kemenkes
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa virus Super Flu (H3N2) bukanlah virus mematikan seperti Covid-19 varian Delta. Menurut Menkes, penyakit tersebut pada dasarnya adalah flu biasa yang tingkat kematiannya sangat rendah.

“Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 dulu yang varian Delta itu mematikan. Ini sebenarnya virus H3N2, nama populernya Influenza A dan bukan virus baru seperti Covid-19,” kata Budi dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (8/1).

Menkes Budi menjelaskan, perbedaan mendasar Covid-19 sebagai virus baru dengan influenza yang telah lama beredar. Influenza A (H3N2) sudah lama beredar dan kerap muncul secara musiman, terutama di negara-negara dengan empat musim.

“Kalau Covid-19 itu nama virusnya, variannya ada Delta, Omicron, Beta, Alpha. Nah, ini bukan itu. Penularannya memang cepat, tapi angka kematiannya sangat rendah dan biasanya ini selalu muncul di musim dingin di negara-negara maju,” ucap dia.

Di Indonesia, Menkes memastikan, jumlah kasus super flu masih sangat terbatas dan tidak menimbulkan dampak serius. Kasus super flu di Indonesia, masih berjumlah puluhan dan bisa diobati dengan pengobatan biasa.

“Laporan terakhir yang saya lihat masih puluhan kasus. Tidak parah dan bisa sembuh dengan pengobatan biasa,” ujar dia.

Sebelumnya, Kemenkes mencatat, sebanyak 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu terjadi di Indonesia hingga akhir Desember 2025. Puluhan kasus tersebut tersebar di delapan provinsi dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K. Kasusnya tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine.

Prima menjelaskan, berdasarkan pemantauan epidemiologi, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok perempuan dan anak-anak. Temuan ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan, khususnya pada kelompok rentan.

“Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. Kami memastikan situasi masih terkendali dan terus memantau perkembangan penyebaran virus tersebut di berbagai daerah,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.