Anggaran Dipangkas, Trotoar Jakarta Kini Fokus di Simpul Transportasi
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
JAKARTA - Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga menyatakan pembangunan trotoar pada simpul transportasi publik mulai 2026 sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
"Terkait dengan efisiensi anggaran. Akhirnya, keputusan yang diambil adalah pembangunan trotoar terutama di 2026 itu akan difokuskan kepada titik-titik simpul yang mendukung transportasi publik," kata Nirwono dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 "Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran", Jakarta, Kamis.
Nirwono mengatakan pembangunan trotoar tentu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti apakah menambah kemacetan atau tidak di suatu kawasan. Kemudian, setelah dilakukan negosiasi akhirnya dievaluasi apakah seluruh kawasan Jakarta itu harus dibangun trotoar atau tidak.
"Belajar dari 2025, dalam pandangan saya cukup bagus tentu adalah trotoar di MRT Fatmawati. Itu cukup terhubung dengan baik ya, meskipun dalam pembangunannya kita tahu Jalan TB Simatupang menjadi salah satu yang viral," ucapnya.
Maka itu, kini Pemerintah Provinsi DKI memprioritaskan pembangunan halte yang terhubung transportasi publik seperti halte Transjakarta, stasiun MRT maupun LRT Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, penentuan skala prioritas itu yang akhirnya diambil untuk menyiasati terutama efisiensi anggaran," ucapnya.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun kembali trotoar dengan konsep Complete Street di Jakarta dengan anggaran mencapai Rp200 miliar.
Pembangunan trotoar ini terintegrasi dengan moda transportasi MRT, BRT, dan KRL.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trotoar Complete Street ditanami pepohonan untuk mereduksi polutan udara, memitigasi suhu perkotaan, meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, dan menambah keindahan visual serta meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.
Empat lokasi penataan trotoar dan kelengkapannya pada 2025 meliputi kawasan Blok M (lanjutan), yaitu area Jalan Falatehan I dan Jalan Falatehan sisi Terminal Blok M; Jalan Mangga Besar Raya.
Selain itu, Jalan Prof Dr Soepomo dan sekitarnya yang meliputi Jalan Soepomo, sebagian Jalan Saharjo, dan Jalan Abdullah Syafei sisi utara sampai menuju Stasiun KA Tebet; dan Simpang Fatmawati meliputi Jalan Fatmawati, sebagian Jalan TB Simatupang dan Jalan RA Kartini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!