Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis"Di tingkat militer ke militer, kami telah diberitahu bahwa insiden itu adalah kecelakaan, tetapi kami sedang mencari klarifikasi tentang bagaimana tanggung jawab akan dipikul," kata PM Anutin kepada wartawan di Bangkok.
Dia menambahkan bahwa Thailand memiliki kemampuan untuk merespons Kamboja, yang persenjataannya jauh lebih lemah daripada negara tetangganya.
Konflik berkepanjangan antara kedua negara tersebut berakar dari perselisihan mengenai penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer pada era kolonial, dimana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan reruntuhan kuil yang telah berusia berabad-abad.
Berdasarkan gencatan senjata bulan Desember, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Sabtu (3/1) lalu atau satu pekan setelah gencatan senjata Desember mulai berlaku, Kamboja meminta Thailand untuk menarik pasukannya dari beberapa wilayah perbatasan yang diklaim Phnom Penh sebagai wilayahnya.
Militer Thailand menolak klaim bahwa mereka telah menggunakan kekerasan untuk merebut wilayah Kamboja, dan bersikeras bahwa pasukan mereka hadir di daerah-daerah yang selalu menjadi milik Thailand.
Meskipun kedua negara sepakat akhir bulan lalu untuk menghentikan pertempuran, mereka masih perlu menyelesaikan penetapan batas wilayah sengketa mereka. Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa Phnom Penh telah mengusulkan pertemuan komite perbatasan bilateral dengan mitra Thailand yang akan diadakan di Provinsi Siem Reap, Kamboja, bulan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Bangkok telah menyatakan bahwa pertemuan untuk membahas survei dan penetapan batas wilayah mungkin perlu diadakan oleh pemerintahan Thailand berikutnya, setelah pemilihan umum yang dijadwalkan pada 8 Februari. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!