Stok Melimpah, Bulog Diuji Jaga Mutu Beras
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/YUDI MANAR
JAKARTA – Perum Bulog diminta untuk menjamin kualitas beras seiring dengan rencana lembaga tersebut untuk menyerap sebanyak 4 juta ton beras petani pada tahun 2026. Target besar ini juga merupakan tantangan sendiri bagi lembaga tersebut.
Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa mengatakan target serapan beras sebesar itu tentu akan memperkuat ketahanan pangan nasional. "Meski begitu perlu ada upaya ekstra untuk memastikan beras yang tersimpan lama mutunya tetap terjaga baik. Di samping itu, perbaikan distribusi juga perlu dilakukan," tegas Awan kepada Koran Jakarta, Selasa (6/1).
Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, menilai target penyerapan empat juta ton beras sebagai lompatan besar dalam perspektif agribisnis, mengingat capaian domestik sebelumnya kerap tertahan di bawah dua juta ton. Ambisi ini mencerminkan upaya serius memutus ketergantungan impor melalui optimalisasi penyerapan gabah petani saat panen raya.
“Namun, keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada kesiapan Bulog sebagai off-taker yang kompetitif, terutama dari sisi infrastruktur pascapanen, manajemen gudang, dan fleksibilitas harga,” ujarnya.
Menurut Muliarta, tanpa dukungan mesin pengering, pergudangan modern, serta teknologi seperti Modern Rice Milling Plant (MRMP), stok besar berisiko mengalami penurunan mutu dan menjadi beban negara. Di sisi lain, ketidaksinkronan antara harga pasar dan HPP dapat menghambat realisasi target serapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan begitu, lanjutnya, rencana ini bukan sekadar soal angka, melainkan ujian efisiensi rantai pasok Bulog dari sawah hingga gudang, serta kemampuan memutar stok secara cepat agar kualitas pangan tetap terjaga hingga ke konsumen.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan target penyerapan empat juta ton beras ditetapkan melalui rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menjaga kecukupan stok nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!